Dituduh Tak Siap Gelar Pilkades, Panitia Desa Sukatali Sumedang Sebut Statement Kadis PMD Tak Sesuai Fakta

Komentar
X
Bagikan

SUMEDANG, KAPOL TV — Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukatali, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Ading Suherlan, menepis tuduhan bahwa pihaknya tidak siap menggelar Pilkades Serentak 2026. Ia menegaskan seluruh kebutuhan administrasi hingga logistik teknis telah disiapkan secara matang.

Pernyataan tersebut disampaikan Ading menyikapi tanggapan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadis PMD) Kabupaten Sumedang yang dinilainya tidak sesuai fakta. Bahkan, di tingkat akar rumput, ucapan Kadis dianggap hoaks karena tidak menggambarkan realitas di lapangan dan seolah mengabaikan kerja keras panitia.

“Lebih bijak apabila informasi yang beredar diverifikasi dan divalidasi terlebih dahulu. Silakan datang langsung ke lapangan untuk melihat faktanya,” ujar Ading seusai pelantikan dan pengambilan sumpah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pilkades Sukatali di Balai Desa Sukatali, Rabu (14/10/2026).

Guna membuktikan kesiapan tersebut, panitia memperlihatkan jajaran logistik yang telah rampung disiapkan. Mulai dari kotak suara, bilik suara, surat undangan, pencetakan surat suara, hingga sekitar 200 amplop berlabel serta kelengkapan administrasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) lainnya.

BACA JUGA: BPS Catat Kemiskinan di Kota Tasikmalaya Turun ke Angka 9,34 Persen, Pemkot Tekankan Intervensi Presisi

Ading menjelaskan, percepatan persiapan ini sengaja dilakukan sejak jauh-jauh hari guna mengantisipasi potensi kendala teknis maupun keterlambatan yang dapat mengganggu jalannya pesta demokrasi di tingkat desa.

“Mengapa saya instruksikan persiapan sejak awal? Karena saya ingin Pilkades Sukatali berjalan sukses tanpa terhambat kelalaian atau keterlambatan dari panitia. Ini bentuk tanggung jawab kami,” tegasnya.

Terkait dinamika informasi yang berkembang, Ading menekankan bahwa klarifikasi ini disampaikan bukan untuk memicu polemik atau mempermasalahkan pihak mana pun. Langkah ini diambil semata-mata demi menjaga objektivitas publik serta menunjukkan dedikasi panitia dalam menyukseskan agenda Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Ia pun mengimbau seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi langsung dan konfirmasi faktual agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berlarut-larut.

BACA JUGA: Update Kasus Dugaan Perundungan SMAN 3 Tasikmalaya: Terduga Pelaku Bertambah Jadi 11 Orang, PPA Pastikan Pendampingan Para Siswa

“Bagi kami, ini bukan soal mempermasalahkan siapa pun. Kami hanya ingin menunjukkan bukti kerja nyata di lapangan bahwa panitia telah berupaya maksimal menjalankan tugas dan fungsinya,” pungkas Ading. (Aziz)