KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tasikmalaya resmi mengukuhkan kepengurusan baru periode 2026–2031 di Hotel Harmoni, Kamis (15/10/2026). Momentum pelantikan ini dimanfaatkan PKB untuk menegaskan target politik sekaligus arah kepemimpinan partai di daerah.
Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya, Wahid, menyoroti dinamika politik lokal yang kerap berganti pemenang. Menurutnya, setelah era Golkar, PPP, hingga Gerindra, kini giliran PKB yang harus membuktikan diri.
“Di Kota Tasik, Golkar dan PPP sudah, sekarang Gerindra menjadi pemenang pemilu. Tinggal PKB yang belum, tentu kekuasaan tidak akan diberikan. Harus kita rebut,” tegas Wahid.
Terkait posisi partai terhadap pemerintah daerah, Wahid menolak gagasan bahwa partai di tingkat daerah harus terjebak pada sekat koalisi atau oposisi. Ia menekankan bahwa tolok ukur utama PKB adalah asas kemanfaatannya bagi warga.
“Banyak yang bertanya kepada saya, PKB saat ini di Kota Tasik itu oposisi atau koalisi. Di daerah tidak ada istilah itu. Kemaslahatan rakyat yang utama, kalau tidak berpihak kita akan menjadi garda terdepan untuk terus mengevaluasi. Begitu juga jika pro kepada masyarakat,” lanjutnya.
Sikap kritis namun konstruktif yang disampaikan PKB mendapat respons positif dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik ajakan untuk saling mengawal kebijakan pembangunan.
Viman menekankan pentingnya membangun komunikasi politik yang sehat serta menjaga kekompakan di antara seluruh elemen masyarakat dan parpol. Menurutnya, perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar dan justru bisa disikapi melalui mekanisme evaluasi bersama demi menyempurnakan program-program daerah.
Fokus utama Pemkot Tasikmalaya saat ini, lanjut Viman, adalah pencapaian target-target pembangunan daerah, khususnya percepatan pengetasan kemiskinan yang membutuhkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.
“Jika ada yang salah kita evaluasi bersama. Kalau kita kompak bergerak, target kemiskinan bisa turun 1 persen per tahun,” kata Viman.
Viman juga menegaskan bahwa pintu Pemkot Tasikmalaya selalu terbuka luas bagi siapa saja yang memiliki komitmen dan arah perjuangan yang sama dalam memajukan kesejahteraan masyarakat.
“Selama di jalan pro rakyat berarti satu jalur dan satu aspal,” pukas Viman.
Melalui pengukuhan kepengurusan DPC PKB Kota Tasikmalaya periode 2026–2031 ini, diharapkan konsolidasi internal partai semakin solid, sekaligus mampu meningkatkan peran aktif partai dalam mengawal dan memperjuangkan aspirasi warga Kota Tasikmalaya secara berkelanjutan. (Hasbi)
