Aksi Refleksi 25 Tahun Kota Tasik Memanas: Massa Aksi Panjat Tembok dan Menduduki Area Bale Kota

Komentar
X
Bagikan

KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Suasana unjuk rasa dalam rangka refleksi 25 tahun Kota Tasikmalaya yang digelar gabungan Aliansi Cipayung Plus dan Poros Pelajar Sekota Tasikmalaya di Balai Kota Tasikmalaya berlangsung memanas, Jumat (16/10/2026).

​Massa aksi yang menembus barisan pengamanan kepolisian mencoba masuk ke area dalam Balai Kota dengan cara memanjat tembok Bale Kota Tasikmalaya. Setelah berhasil menerobos masuk, massa melancarkan aksi pembakaran ban di depan gedung balai kota.

Usaha massa aksi untuk masuk melalui pintu depan sempat tertahan karena penjagaan ketat. Namun, mereka akhirnya berhasil masuk ke dalam gedung melalui pintu belakang dan merangsek ke area dalam Bale Kota. Di lokasi, massa aksi tidak menemukan keberadaan Wali Kota Tasikmalaya karena seluruh akses pintu ruang kerja tampak terkunci rapat. Akibatnya, massa aksi memilih untuk menduduki ruangan di sebelah ruang kerja Wali Kota hingga Jumat sore.

BACA JUGA: Klaim Penurunan Kemiskinan Kota Tasikmalaya Disorot, Warga Perbatasan Tamansari Ungkap Realita Kontras

​Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Teni Ramdani, menegaskan kekecewaan mendalam atas ketidakhadiran pejabat daerah untuk menemui massa.

​”Jelas bahwa hari ini kami dari Aliansi Cipayung Plus dan Poros Pelajar Sekota Tasikmalaya merasa kecewa, merasa tidak diindahkan. Lagi dan lagi Wali Kota Tasikmalaya hari ini tidak ada dan tidak menemui kami,” tegas Teni Ramdani di lokasi aksi.

​Teni menjelaskan bahwa aksi ini membawa sejumlah tuntutan krusial terkait arah pembangunan kota, khususnya dorongan untuk mengoptimalisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Massa menyuarakan kekecewaan atas kepemimpinan Wali Kota yang dinilai lebih mementingkan kegiatan seremonial dan pembangunan fisik “kosmetik” ketimbang kebutuhan substantif masyarakat kecil. Selain itu, mereka menilai kebijakan dan penegakan aturan daerah—seperti oleh Satpol PP—tidak berpihak kepada rakyat kecil.

​”Maka hari ini Wali Kota yang maju itu bukan pembangunannya, tapi dirinya yang terus berlari untuk dirinya sendiri. Kita sudah sangat muak,” kata Teni.

BACA JUGA: Dukung Program Presiden Prabowo, Pemkot Tasikmalaya Buka 5.500 Lowongan Kerja di Job Fair Internasional 2026

​Mengenai langkah menduduki gedung Bale Kota hingga sore hari, Teni menegaskan bahwa massa aksi telah sepakat untuk tidak bergeming sampai mendapatkan jawaban atau respons langsung dari pimpinan daerah.

​”Ketika hari ini Wali Kota Tasikmalaya maupun Ketua DPRD Kota Tasikmalaya tidak ada inisiatif menemui massa aksi, maka kami bersepakat untuk terus berdiam diri di sini. Ini menjadi alarm dan dentuman keras untuk Wali Kota Tasikmalaya yang selalu lari dari tanggung jawabnya ketika ada penyampaian pendapat di muka umum,” pungkas Teni.

​Hingga Jumat sore, massa aksi masih bertahan menduduki area di dalam komplek Balai Kota Tasikmalaya sembari menunggu kejelasan dari pihak pemerintah daerah. (Hasbi)