Harga Pakan Mahal, Peternak Ayam di Ciamis Menjerit

Komentar
X
Bagikan

CIAMIS, KAPOL.TV – Kombinasi harga pakan yang mahal serta anjloknya harga jual telur membuat para peternak ayam petelur mandiri di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjerit.

​Selain masalah pakan dan harga jual, cuaca panas ekstrem juga menekan produktivitas ayam petelur hingga merosot tajam.

​Kondisi memprihatinkan ini menimpa para peternak ayam petelur mandiri di Dusun Cigemor, Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Selasa (13/10/2026).

​Saat ini, harga pakan pabrikan melonjak hingga Rp8.000 per kilogram, sedangkan harga telur di tingkat peternak justru anjlok ke angka Rp20.500 per kilogram.

​Seorang peternak ayam petelur setempat, Ari Sugianto, menilai harga telur idealnya berada di kisaran Rp23.000 hingga Rp24.000 per kilogram.

​Angka tersebut menjadi batas minimum bagi peternak kecil untuk sekadar menutup biaya operasional dan pakan harian.

​Anjloknya harga membuat peternak kecil sulit mengantongi keuntungan dan justru harus menambah modal pribadi demi menutupi biaya operasional.

​”Dengan harga pakan Rp8.000 per kg dan harga telur Rp20.500 per kg, kondisi ini sangat berat bagi kami. Bukannya untung, kami malah buntung,” ungkap Ari.

​Beban para peternak kian berat seiring datangnya gelombang cuaca panas ekstrem akibat musim kemarau panjang.

​Suhu udara yang tinggi membuat produktivitas bertelur ayam merosot dari angka normal 80 persen menjadi hanya 60 persen.

​”Faktor pakan, biaya produksi, dan cuaca panas ekstrem mempengaruhi penurunan produksi dari 80 persen ke 60 persen. Kami berharap harga telur kembali normal ke Rp23.000 sampai Rp24.000 per kg,” tutur Ari.

​Selain penurunan produksi, peternak juga menghadapi alur pemasaran telur yang seret akibat penurunan daya beli masyarakat.

​Perputaran barang dari produsen ke konsumen yang biasanya berlangsung cepat kini berubah lambat.

​Para peternak mandiri di Ciamis kini menggantungkan harapan pada langkah cepat dan intervensi nyata dari pemerintah.

​Mereka mendesak pemerintah segera menstabilkan harga pakan dan telur agar biaya operasional harian peternak dapat tertutupi.*** (Tim Liputan)