BPS Catat Kemiskinan di Kota Tasikmalaya Turun ke Angka 9,34 Persen, Pemkot Tekankan Intervensi Presisi

2 Komentar
X
Bagikan

KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya resmi mengalami penurunan signifikan dan berhasil menembus level satu digit. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin kini berada di angka 9,34 persen.

​Capaian tersebut mencatatkan penurunan sebesar 1,5 persen jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang berada di tingkat 10,86 persen.

​Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mengungkapkan bahwa penurunan angka kemiskinan ini merupakan buah dari kolaborasi dan kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya beserta seluruh elemen masyarakat.

​”Alhamdulillah, kemiskinan di Kota Tasikmalaya sudah menurun secara resmi. BPS sudah merilis bahwa kemiskinan berada di angka 9,34 persen, turun 1,5 persen dari sebelumnya 10,86 persen. Ini adalah hasil kerja keras kita semua yang bekerja kompak,” ujarnya dalam keterangannya bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh.

BACA JUGA: Harga Pakan Mahal, Peternak Ayam di Ciamis Menjerit

​Ia menambahkan, capaian satu digit ini akan menjadi pijakan bagi Pemkot Tasikmalaya untuk melakukan pemetaan yang lebih komprehensif ke depan. Langkah tersebut diperlukan agar program pengentasan kemiskinan serta intervensi kebijakan di lapangan dapat berjalan lebih tepat sasaran.

​”Ke depan, pengetasan kemiskinan akan terus kita petakan agar intervensi yang dilakukan bisa lebih tepat. Terima kasih kepada semua jajaran dan warga Kota Tasikmalaya. Tetap optimis untuk menjadikan Tasikmalaya kota yang maju dengan langkah yang santun dan jiwa yang tangguh,” tambahnya.

​Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk terus mengawal program-program krusial penanganan kemiskinan agar dampak positifnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan warga. (Hasbi)

​Catatan Redaksi:

​Pekerjaan rumah dalam mengawal kesejahteraan warga masih panjang. Satu digit di atas kertas tak boleh membuat jemawa, selama kemiskinan riil masih kasat mata di sudut-sudut kota.