Jati hingga Balsa, Perhutani KPH Tasikmalaya Siapkan Bibit untuk Hutan Lestari

Komentar
X
Bagikan

TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya menyiapkan 218.151 bibit tanaman kehutanan. Bibit itu mendukung kegiatan penanaman tahun 2026 pada lahan seluas 196,37 hektare di lima Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH).

Persiapan ini menjadi bagian dari komitmen Perhutani menjaga kelestarian sumber daya hutan. Selain itu, langkah ini meningkatkan produktivitas kawasan hutan secara berkelanjutan.

Jenis tanaman yang disiapkan meliputi jati jenis JPP SP, mahoni, dan balsa. Penanaman pada kawasan hutan produksi itu bertujuan menjaga kesinambungan tegakan.

Selain itu, penanaman meningkatkan kualitas dan produktivitas hutan serta mempertahankan fungsi ekologis kawasan. Melalui perencanaan berkelanjutan, Perhutani memastikan potensi sumber daya hutan tetap terjaga dan memberi manfaat jangka panjang.

Investasi Jangka Panjang

Administratur/KKPH Tasikmalaya, Iwan Yuliawan Sunarya, S.Hut., menyampaikan bahwa pengelolaan hutan tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya. Menurutnya, pengelolaan hutan juga mengedepankan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

“Bagi Perhutani, pengelolaan hutan bukan hanya tentang pemanfaatan sumber daya, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan kelestariannya. Persiapan musim tanam tahun 2026 merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam menjaga kesinambungan tegakan, meningkatkan produktivitas kawasan, serta memastikan hutan tetap memberikan manfaat ekologis dan ekonomi,” ujarnya.

Iwan menambahkan, pengelolaan hutan berkelanjutan harus memberi nilai tambah bagi perusahaan. Selain itu, pengelolaan itu perlu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar hutan.

Karena itu, keterlibatan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan masyarakat menjadi bagian penting. Mereka mendukung keberhasilan kegiatan kehutanan, mulai dari penanaman hingga pemeliharaan tanaman.

“Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan hutan yang lestari juga mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan. Karena itu, keterlibatan LMDH dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bersama,” tambahnya.

Kepala Seksi Madya Pembinaan Sumber Daya Hutan (SDH), Dadi Santosa, menjelaskan persiapan penanaman mempertimbangkan kesesuaian jenis tanaman. Selain itu, pihaknya memperhatikan kondisi lahan dan perencanaan pengelolaan di masing-masing BKPH.

Menurutnya, keberhasilan penanaman tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam. Kualitas pemeliharaan dan pengawasan setelah penanaman juga menentukan hasilnya.

“Persiapan tanaman tahun 2026 dilakukan dengan memperhatikan kesesuaian jenis tanaman, kondisi lahan, serta perencanaan pengelolaan hutan di masing-masing BKPH. Kami memastikan kegiatan tidak berhenti pada penanaman bibit, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan agar tanaman tumbuh optimal dan mampu mendukung keberlanjutan tegakan hutan,” jelas Dadi.

Kegiatan penanaman tidak hanya menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan produktivitas perusahaan. Kegiatan ini juga membuka ruang partisipasi ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Keterlibatan masyarakat dalam penanaman dan pemeliharaan berpotensi menciptakan peluang kerja. Selain itu, kegiatan ini menambah pendapatan rumah tangga dan mendorong tumbuhnya kemitraan produktif antara Perhutani dan masyarakat desa hutan.

Dengan demikian, keberhasilan pengelolaan hutan diharapkan berjalan seiring peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bagi Perhutani, kesinambungan tegakan menjadi fondasi penting dalam menjaga potensi hasil hutan dan memperkuat keberlanjutan usaha.

Sementara itu, masyarakat memperoleh manfaat melalui peluang kegiatan ekonomi, kemitraan kehutanan, dan keberlanjutan sumber penghidupan. Hubungan saling mendukung itu menjadi bagian penting dalam membangun pengelolaan hutan yang produktif sekaligus memberi manfaat sosial berkelanjutan.

Melalui persiapan musim tanam 2026, Perhutani KPH Tasikmalaya memperkuat pengelolaan hutan dengan mengintegrasikan aspek ekologi, produksi, ekonomi, dan sosial. Dengan menjaga kelestarian tegakan dan memperkuat keterlibatan masyarakat, Perhutani berupaya memastikan hutan tetap terpelihara dan memberi manfaat bagi perusahaan, masyarakat, serta generasi mendatang.***(FR)