CIAMIS, KAPOL.TV — Laga lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 antara PSGC Ciamis dan PSMS Medan berlangsung di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (31/10/2026).
Usai pertandingan, sejumlah suporter tuan rumah menyampaikan protes. Berkat kesiapsiagaan 487 personel gabungan, situasi kembali kondusif.
Sebanyak 487 personel gabungan bersiaga selama laga berlangsung. Mereka berasal dari Polres Ciamis, Kodim 0613/Ciamis, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ciamis.
Petugas bersiaga di area dalam stadion, tribun, pintu keluar, hingga jalur lalu lintas sekitar Stadion Galuh.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar membenarkan adanya dinamika di kalangan suporter. Sejumlah pendukung menyampaikan protes dan kekecewaan di area luar tribun.
“Alhamdulillah, pengamanan kita hari ini pada pertandingan antara PSGC dan PSMS Medan berjalan dengan lancar. Ini yang kita kehendaki,” ujar Eko usai kegiatan pengamanan, Sabtu malam.
Aparat gabungan langsung mengambil langkah pengamanan terukur dan persuasif. Langkah itu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
CEO PSGC Temui Suporter
Ketegangan mereda setelah manajemen PSGC Ciamis bergerak cepat. CEO klub turun langsung menemui suporter untuk mendengar dan merespons aspirasi mereka.
“Tadi memang setelah pertandingan ada protes dari para suporter. Tapi, tadi sudah ditemui juga oleh CEO PSGC. Alhamdulillah, apa yang menjadi keresahan para suporter bisa dijawab,” ungkap Eko.
Menurut Eko, dialog terbuka menjadi kunci utama. Karena itu, para suporter akhirnya membubarkan diri secara tertib.
Eko mengimbau seluruh pendukung PSGC Ciamis tetap bijak dalam meluapkan kekecewaan. Ia menekankan Stadion Galuh dan pertandingan sepak bola di Ciamis menjadi sarana memajukan daerah.
“Ini bukan hanya sekadar pertandingan sepak bola, tetapi bagaimana kita memajukan masyarakat Kabupaten Ciamis,” jelasnya.
Eko berharap suporter menjaga iklim kondusif pada laga berikutnya. Selain itu, ia meminta mereka tetap ramah terhadap tim tamu.
“Ke depan, pertandingan tetap kita harapkan bisa berjalan dengan baik. Kita harus bisa menahan diri, menjaga kondusivitas, dan menghargai tim tamu. Ini suatu kebanggaan,” tegas Eko.*** (Tim Liputan)
