KDM Kunjungi Pak Nana di Gubuk Reyotnya disaksikan perwakilan Pemkot Tasikmalaya
KDM Kunjungi Pak Nana di Gubuk Reyotnya disaksikan perwakilan Pemkot Tasikmalaya

Dari Rumah Ambruk ke Aksi Cepat: Ketika Sinergi Pemkot Tasikmalaya dan Kepedulian Warga Selamatkan Pak Nana

Komentar
X
Bagikan

KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Di balik sebuah peristiwa yang mendadak viral di media sosial, kerap ada cerita kerja keras di balik layar yang jarang tersorot kamera. Kasus ambruknya rumah Pak Nana di Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, membuktikan bahwa langkah cepat penanganan sejatinya telah digulirkan oleh pemerintah setempat jauh sebelum sorotan publik dan kunjungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, datang ke lokasi pada Sabtu (31/10/2026).

Jauh sebelum lini masa media sosial ramai memperbincangkan nasib Pak Nana, gerak cepat telah ditunjukkan oleh jajaran kewilayahan. Hanya berselang beberapa jam setelah insiden, Plt. Lurah Kahuripan, Ruswan Fladimer Sialana, langsung turun gunung menyambangi lokasi pada Rabu (28/10/2026) pagi demi memastikan keselamatan warganya tersebut.

Tak berhenti di situ, laporan cepat langsung dilayangkan kepada Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi. Respons positif pun mengalir, memicu sinergi lintas instansi untuk segera mencari jalan keluar terbaik.

Mengurai Benang Kusut Status Lahan

Menangani rumah tak layak huni tentu bukan perkara mudah, terlebih ketika berhadapan dengan tembok birokrasi dan administratif. Sebelum musibah ini menyita perhatian publik, sejatinya usulan renovasi rumah Pak Nana sudah sempat diajukan. Namun, rencana tersebut sempat tersendat akibat kendala status tanah yang berdiri di atas lahan wakaf, bukan hak milik pribadi.

Namun, berkat komunikasi intensif dan kepiawaian koordinasi pihak kelurahan bersama instansi terkait, jalan buntu itu akhirnya mencair. Solusi dan izin resmi berhasil dikantongi, membuka jalan bagi renovasi total tempat tinggal Pak Nana.

BACA JUGA: Solidaritas Jurnalis Bogor Gelar Aksi Tabur Bunga, Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf dan Janji Tindak Tegas Oknum Represif

Tempat Tinggal Sementara dan Kepastian Pembangunan

Sembari menanti tukang mulai bekerja pada Senin (2/11/2026), Pemkot Tasikmalaya memastikan Pak Nana tidak terlantar. Pemerintah langsung memfasilitasi hunian sementara di sebuah rumah kontrakan yang aman dan layak huni.

Bantuan logistik penunjang kehidupan sehari-hari seperti kasur, paket sembako, hingga perlengkapan mandi juga telah disalurkan secara berkala. Masifnya perhatian publik—termasuk kehadiran Gubernur Jabar Dedi Mulyadi—kini justru menjadi pemacu semangat gotong royong yang semakin memperkuat solidaritas sosial di Tasikmalaya.

Kisah Pak Nana menjadi pengingat hangat bahwa kehadiran negara dan kepedulian sesama warga, jika disatukan dengan tepat, mampu mengubah sebuah musibah menjadi momentum kebersamaan yang menginspirasi. (red)