HUT Ke-25 Kota Tasikmalaya, Enan Suherlan Soroti Optimalisasi Aset dan Penguatan UMKM

Komentar
X
Bagikan

KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Memasuki usia ke-25, Kota Tasikmalaya dinilai perlu mengoptimalkan potensi daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran.

Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Enan Suherlan, menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai usai upacara peringatan HUT Ke-25 Kota Tasikmalaya, Sabtu pagi (17/10/2026).

Menurut Enan, keterbatasan fiskal tidak seharusnya menjadi penghambat bagi pemerintah untuk terus melakukan pembangunan. Selain mengoptimalkan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, pemerintah perlu memetakan potensi daerah, termasuk aset yang dapat dikelola atau dikerjasamakan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Apakah selalu harus berbasis anggaran? Di luar itu kan bisa memetakan potensi yang ada. Tinggal dipetakan sumber apa yang menjadi potensi di Kota Tasikmalaya. Aset kan hari ini, PAD segitu-gitunya, tapi aktivasi terkait dengan aset hari ini seperti apa? Mana yang bisa dikerjasamakan?” ujar Enan.

BACA JUGA: BPDP Dorong Pengrajin Tasikmalaya Olah Tempurung Kelapa Jadi Aksesori Bernilai Ekspor

Ia menilai, dukungan regulasi dan kebijakan yang berpihak pada kemajuan daerah menjadi hal penting untuk memaksimalkan potensi tersebut.

Enan juga menyoroti persoalan infrastruktur jalan dan pasar yang masih menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, pasar sebagai pusat perdagangan perlu dioptimalkan, sementara sektor UMKM harus mendapat dukungan nyata dari pemerintah.

“Kota Tasik ini UMKM, perdagangan. Tinggal fokus ke peran pemerintah, intervensinya seperti apa sesuai dengan janjinya di RPJMD,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya program yang dijalankan. Pemerintah perlu memiliki indikator yang jelas untuk mengukur dampak pembangunan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA: BPS Catat Kemiskinan di Kota Tasikmalaya Turun ke Angka 9,34 Persen, Pemkot Tekankan Intervensi Presisi

“Pertumbuhannya besok harus variabelnya apa, indikatornya apa? Tentunya ending-nya adalah kesejahteraan rakyat. Hari ini kan masih belum ada turun, itu barometernya apa? Harus dengan data,” tegasnya.

Selain persoalan pembangunan, Enan berharap komunikasi antara Pemerintah Kota Tasikmalaya dan DPRD dapat diperkuat melalui dialog langsung antarpimpinan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka diperlukan agar persoalan daerah dan aspirasi masyarakat dapat dibahas bersama untuk mencari solusi.

“Kami mah hanya wakil rakyat, apa yang dikeluhkan kan harus disampaikan. Eksekutornya mereka, kami menampung aspirasi,” pungkasnya. (Hasbi)