KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV – Pengurus Daerah Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tasikmalaya resmi dilantik untuk periode 2026–2031. Momen pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ini membawa misi penting, salah satunya memastikan generasi muda di Kota Tasikmalaya tidak kehilangan ikatan dengan masjid di tengah pesatnya era digital.
Ketua PD BKMM DMI Kota Tasikmalaya, Hj. N. Vera Amelia, menegaskan komitmennya untuk memberdayakan majelis taklim dan merangkul generasi muda melalui program digitalisasi dakwah.
“Kita akan buat pelatihan mubalighah muda, kita akan buat digitalisasi dakwah. Ngajinya tetap di masjid, tapi syiarnya akan sampai ke handphone, ke TikTok, ke WA, ke Facebook,” ujar Vera saat memberikan sambutan.
Vera mengungkapkan bahwa perubahan zaman menuntut pola pendekatan dakwah yang adaptif. Ia berharap BKMM di bawah kepengurusan baru mampu membawa perubahan positif agar anak muda Tasikmalaya tetap dekat dengan masjid.
”Saya berharap BKMM di bawah pimpinan daerah yang sekarang dilantik, bisa membawa anak muda Tasik tidak lagi kehilangan masjid. Kenapa tidak kehilangan masjid? Karena anak muda zaman sekarang yang dilihat adalah handphone dan media sosial. Kita upayakan ketika anak muda membuka, di situ adalah ibunya, ada nyai-nyai juga yang nanti bisa memberikan ilmu melalui media sosial,” jelasnya.
BACA JUGA: Obati Luka Masa Lalu, Yuni Bawa Obor Romansa Lewat Novel ‘Untuk Dirandra’
Selain digitalisasi dakwah dan penguatan organisasi, BKMM juga mengusung misi memakmurkan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan sosial.
”Masjid bukan hanya sekadar tempat salat, tapi pusat pemberdayaan ekonomi, pusat pendidikan, dan sosial. Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan dan jadikan masjid sebagai pemersatunya,” tambah Vera.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Anggota DPR RI Fraksi PKB, H. Oleh Soleh. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pembentukan karakter moral religius generasi penerus.
”Membangun NKRI, membangun Indonesia tidak cukup hanya satu sektor. Tidak cukup teknologinya, pendidikannya saja, atau infrastrukturnya, tapi harus diberikan dengan iman. Yang paling pokok adalah soal pembangunan moral dan regulasi,” tegas Oleh Soleh.
BACA JUGA: OJK, FKIJK, dan Pemkot Tasikmalaya Dorong Ekonomi Daerah Lewat Great Sale 2026
Melalui sinergi antara majelis taklim, pemuda, dan pemangku kebijakan, diharapkan program-program strategis BKMM Kota Tasikmalaya periode 2026–2031 dapat melahirkan generasi muda yang unggul secara digital sekaligus berakhlak mulia. (Hasbi)
