KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Isu kesehatan mental kembali menjadi sorotan serius. Berdasarkan data statistik, dari sekitar 290 juta penduduk Indonesia, sebanyak 28 juta jiwa di antaranya tercatat mengalami tekanan mental. Angka yang cukup fantastis ini menegaskan bahwa persoalan kesehatan jiwa tidak boleh lagi dipandang sebelah mata.
Direktur Taman Jingga, Ipa Zumrotul Falihah, mengungkapkan bahwa estimasi tersebut turut mencakup warga di wilayah Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya. Sayangnya, banyak masyarakat yang memilih memendam masalahnya akibat stigma negatif.
“Rata-rata merasa diabaikan karena ada stigma marginalisasi. Sudah mengalami tekanan mental, tapi malu karena stigma masyarakat. Bukannya disupport, akhirnya menjadi tumpukan emosi yang tidak diselesaikan,” ujar Ipa saat ditemui dalam peluncuran program di Kopi Siloka, Sabtu (10/10/2026).
Ipa menegaskan, melakukan konseling ke tenaga profesional bukanlah sebuah aib atau hal tabu, melainkan kebutuhan dasar manusia untuk menjaga kesehatan jiwa.
”Konseling itu normal, sama seperti kita berobat ke dokter saat kena flu atau minum obat saat batuk. Jika tekanan mental diabaikan, itu bisa menjadi bom waktu yang tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga berdampak pada aura dan lingkungan keluarga di sekitarnya,” tambahnya.
BACA JUGA: Atasi Krisis Air, FK TAGANA dan Polres Tasikmalaya Distribusikan Bantuan ke Dua Kecamatan
Merespons kondisi tersebut, Taman Jingga berkolaborasi dengan Siloka Group menginisiasi program “Ngopi Curhat di Kopi Siloka”. Program ini menghadirkan ruang aman (safe space) bagi masyarakat yang ingin melakukan konseling maupun sesi talkshow edukatif bersama tim psikolog, hipnoterapis, hingga praktisi psikologi Islam.
Pemilik (Owner) Kopi Siloka, Arip Hidayat Putra, menyambut positif kolaborasi ini. Menurut Arip, penanganan masalah sosial dan kenakalan remaja di daerah harus diselesaikan hingga ke akar penyebabnya, salah satunya melalui pendekatan kesehatan mental.
”Selama ini kita sering hanya melihat puncaknya saja, seperti penanganan kenakalan remaja atau isu sosial lainnya. Padahal akar masalahnya bisa jadi berasal dari trauma masa lalu atau tekanan mental yang tidak terselesaikan. Lewat kolaborasi ini, kita ingin memberikan solusi nyata dan berdampak positif bagi masyarakat Kota Tasikmalaya,” jelas Arip.
BACA JUGA: Dukung Ciamis Agamis, Polres dan Elemen Masyarakat Deklarasikan Perang Lawan Miras dan Narkoba
Melalui program Ngopi Curhat, masyarakat Tasikmalaya kini dapat mengakses layanan konseling privat dengan para ahli secara nyaman di Kopi Siloka Tarumanagara. Program ini diharapkan mampu memikis stigma negatif dan menjadikan konseling sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat. (Hasbi)
