OJK, FKIJK, dan Pemkot Tasikmalaya Dorong Ekonomi Daerah Lewat Great Sale 2026

4 Komentar
X
Bagikan

TASIKMALAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Priangan Timur, dan Pemerintah Kota Tasikmalaya memperkuat kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui Tasikmalaya Great Sale (TGS) 2026.

Program yang berlangsung pada 4–24 Oktober 2026 tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan transaksi perdagangan, tetapi juga memperluas akses masyarakat dan pelaku usaha terhadap produk serta layanan jasa keuangan.

TGS 2026 digelar dalam rangka Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026.

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan TGS 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan penguatan aktivitas perdagangan dengan perluasan akses keuangan masyarakat.

“Melalui Financial Great Deal, kami mendorong industri jasa keuangan memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang sesuai kebutuhan. Kami ingin momentum TGS dan BIK 2026 tidak hanya meningkatkan transaksi, tetapi juga mendorong pemanfaatan layanan keuangan secara tepat sehingga dapat mendukung pengembangan usaha dan memperkuat perekonomian daerah,” ujar Nofa saat menghadiri kegiatan di Aula Gedung Pusat Industri Kerajinan (PPIK) Kota Tasikmalaya, Rabu (7/10/2026).

Melalui program Financial Great Deal, industri jasa keuangan, baik perbankan maupun lembaga jasa keuangan nonbank, menawarkan berbagai program kepada masyarakat.

Penawaran tersebut antara lain berupa cashback, pembebasan biaya tertentu, hingga promosi produk tabungan, pembiayaan, investasi, asuransi, dan pergadaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Program tersebut sejalan dengan semangat BIK 2026 yang mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera.”

Perluas Pasar Produk Tasikmalaya

Selain mendorong transaksi dan inklusi keuangan, TGS 2026 juga dirangkaikan dengan peluncuran Buku Profil Perusahaan Ekspor Kota Tasikmalaya.

Buku tersebut memuat informasi mengenai profil perusahaan, kapasitas usaha, serta berbagai produk unggulan daerah yang memiliki orientasi ekspor.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Negara mengatakan peluncuran buku tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperluas jangkauan produk Tasikmalaya ke pasar yang lebih luas.

“Kita ingin potensi ekonomi Kota Tasikmalaya semakin dikenal dan memiliki pasar yang semakin luas. TGS menggerakkan transaksi di dalam kota, sementara Buku Profil Perusahaan Ekspor memperkenalkan kapasitas dan produk unggulan daerah kepada pasar yang lebih luas. Kolaborasi ini diharapkan mendorong pelaku usaha Tasikmalaya untuk terus tumbuh dan naik kelas,” ujar Diky.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih kuat.

Kehadiran Buku Profil Perusahaan Ekspor diharapkan dapat membantu perusahaan dan pelaku usaha Tasikmalaya memperluas jejaring bisnis, membuka peluang kemitraan strategis, sekaligus menjajaki pasar baru di tingkat nasional maupun internasional.

Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas

TGS 2026 melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, industri jasa keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah, mulai dari peningkatan transaksi, perluasan pasar produk lokal, hingga meningkatnya pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan dan perwakilan perangkat daerah, perwakilan FKIJK Priangan Timur, pelaku usaha dan perusahaan ekspor Kota Tasikmalaya, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Melalui Tasikmalaya Great Sale 2026, pemerintah daerah bersama OJK, industri jasa keuangan, dan pelaku usaha berharap aktivitas ekonomi lokal semakin bergerak, akses keuangan semakin luas, dan produk unggulan Tasikmalaya mampu memiliki daya saing lebih tinggi di pasar nasional hingga internasional.