Sinergi di Hari Jadi: Perhatian Nyata Pemkot, Sektor Swasta, dan Yayasan bagi Ratusan Sobat Jiwa

Komentar
X
Bagikan

KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya diwarnai dengan aksi sosial kemanusiaan yang melibatkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama Dinas Kesehatan, sektor swasta seperti Seven Barber, serta pengelola Yayasan Mentari Hati, turun tangan langsung memberikan pelayanan kesehatan, perawatan diri, dan bantuan bagi ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau yang akrab disapa para sobat jiwa.

​Kegiatan yang dipusatkan di Yayasan Mentari Hati ini menyoroti pentingnya kebersamaan dalam merawat dan memperhatikan warga penyandang disabilitas mental yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya.

​Kolaborasi Nyata Pemerintah dan Kepedulian Sektor Swasta

​Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, yang hadir meninjau langsung lokasi, menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin bisa berjalan sendiri dalam menangani berbagai persoalan sosial di daerah. Oleh karena itu, sinergi dengan berbagai elemen, termasuk dunia usaha dan yayasan sosial, menjadi kunci utama.

​”Semua sudah tahu kondisi pemerintahan di seluruh Indonesia, termasuk Kota Tasikmalaya, tidak mungkin bisa mengerjakan sendiri, maka butuh sekali kolaborasi sinergisitas dengan sektor dan elemen yang lain,” ujar Diky Chandra.

Ia juga mengapresiasi dedikasi Yayasan Mentari Hati yang telah lama berkorban merawat para sobat jiwa di tengah keterbatasan fasilitas rumah singgah.

​Kepedulian tersebut turut diwujudkan oleh pihak swasta melalui aksi nyata dari Seven Barber. Manajer Seven Barber, Muhammad Zulfikar Syarif, menjelaskan bahwa keikutsertaan timnya merupakan bentuk kepedulian sosial untuk memeriahkan hari jadi kota sekaligus berbagi kebahagiaan dengan para penghuni yayasan.

​”Ini lebih ke sosial ya, sekalian juga memperingati hari jadi Tasikmalaya. Jadi kita lebih baik berkunjung ke teman-teman sahabat kita yang ada di sini, seperti memberikan ransum kurma baru, terus merapikan rambut-rambut mereka supaya lebih rapi saja,” ungkap Zulfikar. Dalam kunjungan tersebut, tim Seven Barber tidak hanya memberikan layanan potong rambut gratis dan menyerahkan alat cukur, tetapi juga membagikan makanan serta roti bagi para sobat jiwa.

BACA JUGA: Seven Barber Rutin Sentuh Penampilan dan Bagikan Bantuan bagi Ratusan Sobat Jiwa di Mentari Hati

​Apresiasi Pengelola Yayasan dan Kondisi Ratusan Penghuni

​Pengelola Yayasan Mentari Hati, Dadang Heryadi, menyambut hangat kunjungan dan perhatian luar biasa yang diberikan oleh pemerintah kota bersama para mitra swasta. Ia menyebutkan bahwa kehadiran para pejabat dan pelaku usaha tahun ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi ratusan penghuni yayasan.

​”Alhamdulillah sekarang Bapak Wakil mewakili Pak Wali telah datang bersilaturahmi ke tempat kami… Benar-benar bahagia telah ditengok sama Bapak kita semua, bapak se-Kota Tasik semua ke sini,” kata Dadang.

​Dadang merinci, saat ini total penghuni di Yayasan Mentari Hati mencapai 264 orang. Pihaknya juga terbantu dengan rutinitas Seven Barber yang tiap bulan datang memotong rambut para sobat jiwa. Selain itu, Dadang bersyukur karena para penghuni kini telah memiliki legalitas kependudukan berupa KTP, KK perseorangan, dan kepemilikan KIS, sehingga akses terhadap bantuan pemerintah dan fasilitas kesehatan menjadi lebih terjamin.

​Penanganan Kesehatan dan Data ODGJ di Kota Tasikmalaya

​Dari sisi kesehatan, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Puskesmas Tawang Sari hadir untuk memberikan intervensi layanan kesehatan umum bagi para warga ODGJ di Mentari Hati.

​”Fokus biasanya terhadap kesehatan penyakit-penyakit umum yang terjadi pada warga ODGJ yang ada di sini, biasanya penyakit kulit, batuk pilek, dan lain sebagainya,” jelas Suryaningsih.

BACA JUGA: Aisyiyah Jemput Bola, Pastikan Lansia Rentan Tak Terabaikan

​Terkait peta masalah kejiwaan di Kota Tasikmalaya, Suryaningsih mengungkapkan bahwa jumlah total penderita ODGJ di wilayahnya tercatat lebih dari 1.100 orang yang datanya dikelola secara by name by address di setiap puskesmas. Berdasarkan data tersebut, faktor pemicu gangguan jiwa bervariasi; pada usia remaja umumnya dipicu oleh masalah klasik sosial-ekonomi atau keinginan yang tidak tercapai, sementara pada usia produktif atau berumah tangga lebih didominasi oleh tekanan hidup, masalah keluarga, dan faktor ekonomi.

​Untuk penanganan kuratif dan rehabilitasi, Suryaningsih menambahkan bahwa Kota Tasikmalaya telah memiliki fasilitas seperti Rumah Sakit Siti Muniroh yang siap menerima rujukan, serta dukungan tenaga pengelola kesehatan jiwa di puskesmas yang secara rutin melakukan skrining dan pendampingan pemberian obat bagi para penderita.

​Melalui sinergi yang terjalin antara pemerintah, tenaga kesehatan, sektor swasta seperti Seven Barber, serta pengabdian Yayasan Mentari Hati, diharapkan penanganan masalah sosial dan kesejahteraan para sobat jiwa di Kota Tasikmalaya ke depannya dapat terus meningkat secara berkelanjutan. (Ilham)