Mengintip Kiat Bisnis Kreatif Properti di Tasikmalaya Bersama CEO Sofwan Land Indonesia

Komentar
X
Bagikan

KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Industri kreatif di bidang properti dan konstruksi di wilayah Tasikmalaya menunjukkan tren yang cukup tinggi. Potensi pasar ini digarap serius oleh PT Sofwan Land Indonesia, sebuah perusahaan penyedia jasa layanan pembangunan menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir.

​Hal tersebut diungkapkan oleh CEO Sofwan Land Indonesia, Genta Dirgantara, saat diwawancarai dalam perhelatan Pekan Ekonomi Kreatif (Pekraf) 2026 yang digelar di Atrium Ground Floor Plaza Asia, Kota Tasikmalaya. Menurutnya, ketertarikan pasar di wilayah tersebut tergolong masif.

​”Untuk iklim di Tasik sendiri sebetulnya masih cukup tinggi. Cukup tinggi itu dalam artian yang masuk ke kita itu per hari kadang-kadang secara database dapat sepuluh,” ujar Genta di sela-sela kegiatan pameran.

​Meski mendapatkan banyak ketertarikan melalui data harian, pihak manajemen tetap melakukan proses kurasi secara selektif. Dalam waktu sebulan, perusahaan biasanya hanya mengambil sekitar empat konsumen untuk memastikan kualitas pengerjaan tetap terjaga.

BACA JUGA: BPBD Kota Tasikmalaya catat 144 kasus kebakaran lahan, 71 di antaranya disengaja

​Layanan Terpadu dari A sampai Z

​Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang properti, Sofwan Land Indonesia berfokus pada bisnis inti sebagai kontraktor. Selain itu, mereka juga merambah sektor arsitektur, desain interior, hingga pengembang (developer).

​”Jadi kita membangun dari A sampai Z,” jelas Genta menegaskan cakupan layanan perusahaannya.

​Melalui partisipasi dan diseminasi dalam ajang Pekraf 2026, pihak manajemen melaporkan hasil yang positif. Berdasarkan laporan tim internal, terdapat delapan klien potensial yang siap diprospek untuk menuju tahap closing.

​Sentuhan Sejarah dalam Setiap Bangunan

​Dalam menjalankan roda bisnisnya, Sofwan Land Indonesia memiliki filosofi khusus untuk memikat para konsumen. Setiap hunian atau bangunan yang didirikan tidak hanya sekadar berdiri secara fisik, melainkan dirancang dengan membawa cerita dan nilai sejarah di dalamnya.

​”Moto khususnya lebih ke apa yang kita bangun semuanya pasti ada cerita, dan apa yang diceritakan pasti mengandung sejarah. Ketika sejarah terbentuk, rumah, macet terasa nyaman,” pungkasnya. (Hasbi)