Jajaki Peluang Bisnis, SLSU Filipina Siap Perluas Kolaborasi dengan Pelaku Usaha di Tasikmalaya

1 Komentar
X
Bagikan

KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV – Langkah konkret untuk memperluas jangkauan kemitraan internasional terus dilakukan oleh Southern Leyte State University (SLSU). Usai menjalin kerja sama akademik bersama UPI Kampus Tasikmalaya dan Redef, perguruan tinggi asal Filipina tersebut kini membidik potensi kolaborasi langsung dengan sektor industri dan UMKM lokal di Tasikmalaya.

​Langkah ini diawali dengan rangkaian kunjungan lapangan ke beberapa unit usaha di Tasikmalaya pada Selasa (20/10/2026), di antaranya Tweely Bag, Kopi Siloka, serta Lembaga Keterampilan MMA.

​”Saya memiliki harapan dan ekspektasi yang tinggi agar kemitraan antara universitas di Filipina dan Indonesia ini dapat berkembang lebih jauh,” ujar Rektor SLSU, Jude A. Duarte, di UPI Kampus Tasikmalaya.

​Ia menilai sinergi industri antara kawasan Southern Leyte dan Tasikmalaya menyimpan potensi besar, bahkan jauh melampaui program pertukaran mahasiswa biasa.

​”Saya juga ingin melihat kerja sama ini berkembang melampaui bidang akademik. Juga sangat mengapresiasi karakter para pengusaha di Tasikmalaya.”

​”Mereka masih muda, dinamis, berpandangan ke depan, tetapi tetap rendah hati. Saya sangat menyukai karakter tersebut,” katanya.

BACA JUGA: Ayah di Tasikmalaya Jadi Tersangka Pencabulan Anak Kandung, Polisi Ungkap Dugaan Aksi Sejak 2024

​Sebagai tindak lanjut, pimpinan SLSU berencana mempertemukan para pelaku usaha asal Tasikmalaya dengan pebisnis lokal di Provinsi Southern Leyte. Upaya ini diharapkan dapat memfasilitasi transfer pengetahuan, penyusunan benchmarking pengembangan bisnis, hingga pembukaan akses pasar baru antarwilayah.

​Di sisi lain, Director International Partnership SLSU, Dr. Ingrid M. Uy, mengungkapkan bahwa program magang mahasiswa di perusahaan-perusahaan lokal Tasikmalaya dijadwalkan berlangsung pada Februari atau Maret 2027.

​Melalui program tersebut, setiap mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan serta pengalaman internasional secara langsung, yang nantinya dibagikan kembali kepada civitas akademika melalui forum diskusi dan seminar.

​”Saya berharap ini hanyalah permulaan. Ke depannya, kita dapat membangun kolaborasi yang lebih luas antara UPI, SLSU, dan dunia industri.”

​”Saya yakin banyak hal yang dapat kita pelajari satu sama lain. Ada banyak peluang kerja sama antara Tasikmalaya dan SLSU yang bisa kita jajaki,” ujarnya.

BACA JUGA: Mengintip Kiat Bisnis Kreatif Properti di Tasikmalaya Bersama CEO Sofwan Land Indonesia

​Persiapan Dunia Industri dan Sektor Potensial

​Menanggapi kolaborasi ini, Ketua Redef, Santi Nining Susanti, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sembilan perusahaan lokal sebagai wadah magang bagi mahasiswa SLSU. Tiga di antaranya telah ditinjau secara langsung oleh jajaran rektorat, mencakup industri manufaktur, kuliner (food and beverage), serta lembaga pelatihan pendidikan.

​”Hasil kunjungan tadi berkembang kepada produk, bahkan meminta ekspor langsung ke Filipina. Pembicaraan tadi sudah sampai ke sampel dan spesifikasi produk,” jelasnya.

​Dalam agenda peninjauan ke Kopi Siloka, pihak SLSU menemukan keunikan cita rasa kopi lokal yang jarang dijumpai di Filipina. Temuan ini membuka peluang eksplorasi bisnis baru berupa rencana pembukaan cabang atau brand kopi tersebut di Filipina. Sementara itu, kunjungan ke lembaga keterampilan membuka peluang sinergi dalam pengembangan program pelatihan bahasa guna mencetak SDM berdaya saing global.

BACA JUGA: Kerjasama Internasional UPI Kampus Tasikmalaya, Redef, dan SLSU Filipina: Perkuat Pendidikan, Ekonomi, dan Ekosistem Kewirausahaan Global

​”Kami di Redef juga melihat ada potensi untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah. Bagaimana mempertemukan dan menjembatani praktisi dan pelaku usaha.”

​”Mahasiswa di SLSU cukup handal di bidang digital marketing, programer hingga IT. Dan bisa saling bertukar pengetahuan,” kata Santi. (Hasbi)