TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Ruang redaksi dan panggung politik tampak berbeda. Namun, bagi Imam Mudofar, S.Hum., keduanya menyambung dalam satu garis perjuangan. Pena jurnalistik dan kebijakan publik sama-sama berfungsi memperjuangkan kepentingan warga.
Pria yang akrab disapa Dofar ini kini menarik perhatian politik Kabupaten Tasikmalaya. Namanya muncul sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya. Ia mendampingi Moch. Arief Arseha, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya.
Sebelumnya, Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya berlangsung pada 19 September 2026. Forum itu memilih Moch. Arief Arseha sebagai ketua. Setelah itu, Dofar masuk sebagai sekretaris.
Rekam jejak Dofar tidak instan. Sejak kuliah, ia aktif sebagai aktivis mahasiswa. Karena itu, ia vokal menyuarakan aspirasi masyarakat. Kepekaan terhadap isu sosial kemudian membawanya ke dunia jurnalistik.
Dofar mengawali karier di Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Grup). Selanjutnya, ia berpindah ke Kabar Priangan Online (Grup Pikiran Rakyat). Di dua ruang itu, ia mengasah analisis, daya kritis, dan kemampuan menyerap keluhan warga.
Selain itu, Dofar menyuarakan temuan lapangan lewat tulisan. Jejak beritanya cenderung aspiratif. Ia melihat tulisan sebagai cara menyampaikan fakta dan kebenaran.
Di sisi lain, ia juga aktif di organisasi keagamaan dan kepemudaan, seperti Gerakan Pemuda Ansor/Banser. Aktivitas itu membangun fondasi sosial dan kepekaan terhadap realitas. Bagi Dofar, dunia wartawan memberinya pemahaman utuh soal akar persoalan rakyat.
Dofar ingin menghadirkan solusi lebih konkret. Keinginan itu membawanya ke politik praktis. Ia menilai pers mengontrol dan mengabarkan. Sementara itu, politik menjadi alat merealisasikan perubahan dan memperjuangkan aspirasi di tingkat pembuat keputusan.
Melalui Partai Golkar, Dofar mendedikasikan pengalaman organisasi dan kecakapan komunikasi publik. Ia mendalami ideologi karya-kekaryaan. Lebih lanjut, ia percaya keistikamahan dalam proses menjadi kunci utama.
Kontestasi Pileg 2024 dari Dapil 6 Kabupaten Tasikmalaya tidak meredupkan semangatnya. Dofar tetap berproses. Pada akhirnya, kegigihan itu mengantarnya ke posisi Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya. Dofar lahir di Pamijahan, Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya.
Dofar memahami tugas sekretaris bukan sekadar jabatan. Sekretaris menjadi motor penggerak organisasi. Ia meyakini ketua adalah masinis. Dengan demikian, sekretaris adalah lokomotif yang berjalan mengikuti navigasi ketua.
“Fokus saya hari ini adalah mendampingi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya, Pak Arief Arseha, menjalankan tugas-tugas organisasi dan optimalisasi fungsi kepartaian,” ujarnya.
Dofar memastikan semua program hasil keputusan Ketua berjalan. Karena itu, ia fokus memperkuat mesin organisasi. Ia juga merawat konsolidasi akar rumput. Selain itu, ia merumuskan agenda politik yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. ***(FR)
