Kerjasama Internasional UPI Kampus Tasikmalaya, Redef, dan SLSU Filipina: Perkuat Pendidikan, Ekonomi, dan Ekosistem Kewirausahaan Global

Komentar
X
Bagikan

KOTA ​TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Langkah strategis menuju internasionalisasi pendidikan tinggi dan penguatan ekonomi daerah kembali diukir dari Kota Tasikmalaya. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement / MoA) bersama Regional Economic Development (Redef) serta Southern Leyte State University (SLSU) Filipina pada Senin, 19 Oktober 2026.

​Kolaborasi lintas negara ini dirancang untuk membuka program magang internasional (international internship program), memperkuat hubungan akademis, serta menghubungkan dunia industri dan kewirausahaan di kawasan ASEAN.

​Menghubungkan Akademisi dan Industri Global

​Direktur UPI Kampus Tasikmalaya, Prof. Dr. Heri Yusuf Muslihin, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa penandatanganan kerja sama ini menjadi momentum penting bagi UPI Kampus Tasikmalaya dalam meningkatkan daya saing internasionalnya.

​”Acara ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kerja sama internasional serta membangun hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi, dunia industri, dan masyarakat luas,” tutur Prof. Heri.

BACA JUGA: KPU Kota Tasikmalaya Sapa Siswa MAN 2, Tanamkan Kesadaran Demokrasi Sejak Dini

​Ia menambahkan, melalui international internship program ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh wawasan global dan keterampilan praktis guna menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

​”Melalui program magang internasional ini, kita berharap dapat membuka peluang yang bermakna bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman, memperluas wawasan, serta mengembangkan keterampilan yang akan mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja dan membangun karier di masa yang akan datang. Kami meyakini bahwa kolaborasi merupakan salah satu kunci utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” tegasnya.

​Lebih lanjut, Prof. Heri berharap program ini memberikan dampak positif langsung pada perekonomian daerah.

“Mudah-mudahan dengan kehadiran rekan-rekan mahasiswa dari Filipina ini bisa juga mengembangkan potensi yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya, sehingga secara PDRB, khususnya bidang perekonomian, juga bisa meningkat dengan cukup signifikan,” tambahnya.

​Jembatan Strategis Indonesia-Filipina

​Ketua Redef, Santi N. Susanti, menegaskan bahwa fokus utama dari inisiatif ini adalah memperdekat sinergi antara dunia akademis dan sektor bisnis melalui jejaring global.

​”Tujuan dan inisiatif kami dalam kolaborasi ini adalah untuk mendekatkan dunia akademik dan dunia bisnis. Kami ingin membangun ekosistem kewirausahaan global dengan membagikan pengetahuan, budaya, dan jaringan kami,” ujar Santi. (Terjemahan Bahasa Indonesia)

​Melalui kerja sama ini, mahasiswa dari perguruan tinggi mitra akan mendapatkan kesempatan emas untuk belajar dan berjejaring langsung di Kota Tasikmalaya.

BACA JUGA: Wamen Ekraf dan Stafsus Presiden Soroti Potensi Produk Lokal pada HUT Ke-25 Kota Tasikmalaya

​”Pada intinya, kami sedang membangun jembatan yang kuat antara Indonesia dan Filipina, khususnya menghubungkan Kota Tarlac dan Kota Tasikmalaya. Sebagai negara di bawah payung ASEAN yang sama, dan sebagai anggota aktif dari Komunitas Ekonomi ASEAN, sangat penting bagi kita untuk memperkuat kerja sama. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kita perlu saling bergandengan tangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” terangnya. (Terjemahan Bahasa Indonesia)

​Kehangatan dan Komitmen dari SLSU Filipina

​Apresiasi tinggi disampaikan oleh Rektor Southern Leyte State University (SLSU) Filipina, Dr. Jude A. Duarte. Ia menyambut hangat komitmen dan kesungguhan seluruh pihak dalam mewujudkan kolaborasi berjangka panjang ini.

​”Saya dapat merasakan betapa baiknya Anda, betapa seriusnya Anda dengan kolaborasi kita. Saya dapat merasakan ketulusan Anda untuk berkolaborasi dengan Southern Leyte State University. Saya sangat berharap ini akan menjadi kolaborasi yang berkelanjutan dalam meningkatkan keunggulan pendidikan,” ungkap Dr. Jude A. Duarte. (Terjemahan Bahasa Indonesia)

​Menurut Dr. Duarte, kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada sektor akademik, namun juga menyasar pengembangan bisnis dan hubungan diplomatik sosial budaya antarnegara.

​”Kita melampaui akademik, kita juga memperluas sisi bisnis dan relasional. Betapa dekatnya Filipina dan Indonesia,” selorohnya hangat. (Terjemahan Bahasa Indonesia)

BACA JUGA: HUT Ke-25 Kota Tasikmalaya, Enan Suherlan Soroti Optimalisasi Aset dan Penguatan UMKM

​Dukungan Penuh Pemerintah Kota Tasikmalaya

​Pemerintah Kota Tasikmalaya memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kolaborasi internasional ini. Membacakan amanah dari Wali Kota Tasikmalaya Viman, Asisten Daerah Setda Kota Tasikmalaya, Maman Rohman, menegaskan pentingnya menjaga identitas lokal di tengah arus globalisasi.

​”Di kota yang menjaga nilai kesatuan dan jati diri lokal, sekaligus tumpuan untuk pelajar beradaptasi dan bersaing secara global. Khusus mengenai program magang internasional, saya berharap aspek kesiapan peserta diperhatikan dengan sungguh-sungguh, mulai dari kompetensi dan bahasa, penjelasan skema penempatan, hingga hak serta perlindungan peserta sesuai ketentuan yang berlaku,” papar Maman Rohman.

​Pemerintah Daerah berharap dokumen kerja sama yang telah ditandatangani segera terwujud dalam aksi nyata yang terukur.

​”Semoga seluruh dokumen yang ditandatangani malam ini segera ditindaklanjuti melalui program yang jelas, terukur, dan memberi manfaat bagi mahasiswa, dunia usaha, serta masyarakat Kota Tasikmalaya. Let us bridge partnership into real opportunity, share knowledge, and better equip for our generation,” pungkasnya.

​Dengan berjalannya kemitraan antara UPI Kampus Tasikmalaya, Redef, dan SLSU Filipina ini, Kota Tasikmalaya semakin mengukuhkan posisinya sebagai hub pendidikan dan ekonomi kreatif yang siap berkiprah di tingkat regional ASEAN. (Hasbi)