TASIKMALAYA — Sebanyak 66 pedagang kaki lima (PKL) membongkar sendiri lapak mereka di Terminal Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (1/10/2026).
Pembongkaran berlangsung kondusif setelah Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya bersama tim gabungan mengedepankan pendekatan humanis kepada para pedagang.
Sejak jauh-jauh hari, Satpol PP dan tim gabungan telah melakukan komunikasi serta memberikan pemberitahuan kepada para PKL yang berjualan di kawasan Terminal Singaparna.
Pendekatan tersebut membuat 66 PKL memilih membongkar sendiri bangunan yang selama ini mereka gunakan untuk berjualan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tasikmalaya Dadang Tabroni mengatakan, para pedagang menunjukkan sikap kooperatif selama proses penataan berlangsung.
“Alhamdulillah mereka kooperatif dan mau membongkar secara mandiri bangunannya. Rencananya setelah dibersihkan, ke depannya lokasi ini akan dijadikan tempat relokasi PKL, termasuk PKL Alun-alun Singaparna dan Masjid Agung Singaparna,” ujar Dadang.
Dadang berharap seluruh pihak, termasuk para PKL dan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya, mendukung rencana penataan tersebut.
Menurutnya, Pemkab Tasikmalaya ingin memberikan lokasi berjualan yang lebih tertata sekaligus menjaga fungsi fasilitas publik agar tetap nyaman bagi masyarakat.
“Nanti lokasinya akan dibuat semacam pujasera, supaya lebih indah dan nyaman. Sekarang kami berikan waktu kepada PKL untuk membongkar secara mandiri. Nanti mungkin sisanya oleh kami,” kata Dadang.
Pemkab Tasikmalaya selanjutnya akan menata kawasan tersebut sebagai lokasi relokasi PKL. Konsep pujasera menjadi salah satu rencana penataan agar kawasan terlihat lebih rapi dan nyaman..***(Fajar Rifaldi)
