Perahu Terbalik Dihantam Ombak, Dua Nelayan Cipatujah Masih Dicari

Komentar
X
Bagikan

TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Dua nelayan asal Kampung Karanganyar, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, dilaporkan hilang setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik dihantam gelombang tinggi di perairan Pelabuhan Pamoekan, Selasa (29/9/2026) malam.

Insiden kecelakaan laut tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, atau sekitar 100 meter dari bibir pantai.

Satu nelayan berhasil selamat setelah berenang menuju tepi pantai. Sementara dua nelayan lainnya hingga Rabu (30/9/2026) pagi masih belum ditemukan.

BACA JUGA: Warga Masuk Sumur di Salawu Tasikmalaya, Evakuasi Berlangsung hingga Malam

Korban selamat diketahui bernama Budi Andriana (33). Sedangkan dua nelayan yang masih dalam pencarian yakni Ending (58) dan Weli (48).

Kapolsek Cipatujah Iptu Agus Sukmana mengatakan, ketiga nelayan tersebut berangkat melaut sekitar pukul 22.00 WIB untuk memasang jaring layur menggunakan perahu milik Ending.

“Saat perjalanan pulang setelah pasang jaring, perahu dihantam ombak besar sampai terbalik,” kata Agus.

Teriakan minta tolong pertama kali didengar nelayan setempat, Endang Duyeh (60). Ia melihat perahu sudah dalam kondisi terbalik di tengah gelapnya malam.

Bersama warga lainnya, Endang kemudian melakukan upaya pertolongan dan berhasil menyelamatkan Budi Andriana.

BACA JUGA: Dugaan Perundungan di SMAN 3 Tasikmalaya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Kepsek Tegakkan Sanksi Sesuai Pakta Integritas

Sementara itu, perahu Pahala Kencana baru ditemukan pada Rabu pagi dalam kondisi terbalik.

Kasat Pol Airud Polres Tasikmalaya AKP Dian Susila Setya mengatakan, pihaknya telah menurunkan tiga perahu untuk membantu proses pencarian, termasuk tim SAR dari kalangan nelayan.

Namun, kondisi gelombang tinggi membuat dua perahu harus ditarik kembali. Satu perahu masih disiagakan untuk melanjutkan pencarian.

“Kami tarik dulu dua perahu karena gelombang sangat tinggi. Satu perahu masih standby melakukan pencarian. Sore ini akan kami kerahkan kekuatan penuh,” ujar Dian. (Fajar)