Kemarau Panjang Landa Ciamis: 23 Kecamatan Krisis Air Bersih, Puluhan Ribu Warga Bergantung pada Bantuan Tangki

1 Komentar
X
Bagikan

CIAMIS, KAPOL.TV – Dampak kemarau panjang yang melanda wilayah Jawa Barat kian mengkhawatirkan. Di Kabupaten Ciamis, krisis air bersih melonjak hingga melingkupi 23 dari total 27 kecamatan akibat hujan yang tak kunjung turun selama hampir empat bulan terakhir.

​Guna meringankan beban ribuan keluarga yang kesulitan memperoleh air saban harinya, Pemerintah Kabupaten Ciamis berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), serta PDAM gencar menyalurkan bantuan air bersih secara cuma-cuma.

​Kondisi kekeringan ini memicu penurunan debit air permukaan secara drastis sekaligus menyebabkan sumur-sumur warga mengering total. Merespons situasi darurat tersebut, armada tangki penyuplai air diterjunkan langsung ke pusat-pusat krisis di pemukiman warga.

​Pemandangan antrean panjang warga kini menjadi pemandangan harian di berbagai pelosok daerah, termasuk di Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, pada Rabu (30/9/2026) pagi.

BACA JUGA: Kekeringan Melanda Tanjungjaya, Polisi Kerahkan Water Cannon Salurkan Air Bersih

​Mayoritas kaum ibu tampak sudah bersiap sejak pagi dengan berderet wadah penampungan—seperti ember, jeriken, hingga galon kosong—di tepi jalan desa. Didampingi aparat desa dan relawan, penyaluran air berlangsung tertib. Warga bergantian menampung air segar dari selang armada tangki untuk mencukupi konsumsi harian serta sanitasi dasar.

​”Ini untuk kebutuhan sehari-hari, minum, masak dan lain-lain. Kalau untuk nyuci biasanya warga di sini suka ke sungai, karena air bersih ini sayang kalau habis dengan nyuci. Untuk minum pun kami beli air galon. Kalau tidak ada bantuan armada tangki seperti ini, kami bingung harus cari air ke mana lagi,” tutur Lina Herlina, salah seorang warga Desa Cijulang.

​Kepala Desa Cijulang, Endang Hidayat, mengonfirmasi bahwa krisis yang berlangsung hampir empat bulan ini memaksa warganya sangat bergantung pada pasokan Pemkab. Di Desa Cijulang sendiri, tercatat ada 198 kepala keluarga (KK) atau sekitar 697 jiwa di lima dusun yang terdampak langsung.

​”Hingga saat ini, distribusi air bersih sudah dilakukan sebanyak tiga kali dengan masing-masing 5.000 liter dari pemerintah daerah. Selain mengandalkan bantuan tangki air, Pemerintah Desa Cijulang juga menyiapkan solusi jangka panjang dengan berencana mengusulkan pembangunan sumur bor di sejumlah titik melalui pembahasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa,” kata Endang.

BACA JUGA: Tanggapi Krisis Air Bersih, Polsek Tamansari dan PDAM Salurkan 1.000 Liter Air untuk Warga Setiawargi

​Kondisi secara umum di tingkat kabupaten dipaparkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani. Menurut data sementara yang terus diperbarui, sebanyak 23 kecamatan dari total 27 kecamatan di Ciamis kini masuk dalam peta wilayah terdampak kekeringan.

​”Total warga yang bergantungan terhadap distribusi air bersih sebanyak 45.273 jiwa di 23 Kecamatan. Tentunya penangan kami melakukan asessmen hingga melakukan distribusi air gratis secara rutin untuk setiap wilayah terdampak. Saat ini sudah sekitar 2.135.00 liter atau setara 413 tangki air bersih yang disalurkan pemerintah dan relawan,” jelas Ani.

​Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memobilisasi bantuan puluhan ribu liter air bersih setiap hari sampai musim penghujan tiba. Di sisi lain, warga diimbau untuk senantiasa menghemat dan memakai air secara bijak agar dapat melewati masa krisis ini. (Tim Liputan)