KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Di balik megahnya bangunan pusat pemerintahan Kota Tasikmalaya, terselip sebuah kisah pilu yang mengiris hati. Siti Nurainun, seorang ibu berusia 43 tahun, harus berjuang mempertaruhkan nyawa di tengah himpitan kemiskinan ekstrem dan penyakit kritis yang merenggut kekuatannya.
Tinggal di sebuah gubuk reot yang hampir roboh tepat di belakang Kantor Wali Kota Tasikmalaya, wilayah Kampung Aboh RT 04 RW 01, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, kondisi tempat bernaung Siti jauh dari kata layak. Tak hanya terancam lapuknya gubuk tanpa kepemilikan lahan tersebut, kesehatan Siti pun berada di titik nadir.
Selama tiga tahun terakhir, komplikasi penyakit jantung dan paru-paru memaksa tubuhnya terbaring lesu. Beban hidupnya terasa kian mencekik karena ia harus menanggung masa depan anak-anaknya. Di tengah ketiadaan penghasilan, Siti harus memikirkan nasib buah hatinya yang masih di bangku sekolah dasar, bahkan ada yang terpaksa putus sekolah akibat ketiadaan biaya.
Siti Nurainun tercatat masuk dalam kategori Desil 2 atau miskin ekstrem. Penderitaannya baru tersingkap dan menjadi perbincangan publik setelah warga sekitar menyuarakan kondisinya hingga tular di media sosial.
Kabar memprihatinkan ini mengetuk nurani Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Dapil 1 (Cihideung, Tawang, dan Bungursari), Kepler Sianturi. Ia mengecek langsung kondisi Siti di lokasi dan tak mampu menyembunyikan rasa prihatinnya. Menurut Kepler, kenyataan pahit yang dialami Siti merupakan tamparan keras bahwa di balik derap pembangunan kota, masih ada warga yang harus berjuang mati-matian hanya untuk bertahan hidup sehari-hari.
Saat ini, Siti sangat mengharapkan kepedulian dari pemerintah daerah serta para dermawan, baik untuk biaya pengobatan, pemenuhan kebutuhan pokok bulanan, hingga tempat tinggal yang layak.
Upaya penanganan medis pun tengah diusahakan. Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Rahman, menjelaskan bahwa Siti dijadwalkan menjalani tindakan medis besar berupa operasi jantung dan pencangkokan di RS Jantung. Namun, proses tersebut masih tertahan karena kondisi fisik Siti yang belum memungkinkan.
“Sekarang kita sedang upayakan agar kondisi fisiknya bugar dulu untuk menjalani operasi ,” ucap Rahman saat ditemui di lokasi pada Selasa 29 September 2026.
BACA JUGA: Wabup Tasikmalaya Tegaskan Kesiapan Pasar Padakembang Sambut Investor
Kini, nasib Siti dan anak-anaknya menggantung pada secercah harapan. Uluran tangan dan perhatian nyata dari berbagai pihak menjadi penentu bagi keberlangsungan hidup keluarga kecil di balik bayang-bayang kantor pemerintahan tersebut. (hasbi)
