Tasikmalaya International Job Fair 2026, Langkah Awal Cetak Pekerja Migran Jadi “Duta Bangsa”

Komentar
X
Bagikan

KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa Tasikmalaya International Job Fair 2026 bukan sekadar kegiatan rekrutmen jangka pendek selama dua hari, melainkan batu loncatan strategis menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

​Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, usai penyelenggaraan job fair yang sukses menyerap ribuan peluang kerja.

​”Ini sebetulnya hanya momen ya. Ada agenda lebih besar dari sekadar job fair dua hari ini, dan agendanya tidak berhenti pada tahun ini, tahun depan, atau dua tahun ke depan, tapi menuju agenda tahun Indonesia Emas 2045,” ujar Deni.

​Dalam perhelatan kali ini, Disnaker Kota Tasikmalaya berhasil menyediakan sebanyak 7.200 lebih lowongan pekerjaan, mengakomodir 31 perusahaan, serta menetapkan 18 negara tujuan. Menurut Deni, angka ini merupakan langkah awal untuk terus menekan angka pengangguran terbuka yang berdasarkan data BPS tahun 2025 lalu berada di angka sekitar 25.000 orang.

BACA JUGA: Dorong Penyerapan Tenaga Kerja, Stafsus Presiden Apresiasi Sistem Digitalisasi di Tasikmalaya International Job Fair 2026

​Ubah Paradigma Pekerja Migran Menjadi “Duta Bangsa”

​Ada yang menarik dari orientasi penempatan kerja luar negeri dalam ajang ini. Dengan hadirnya kementerian baru, yaitu Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Deni melihat adanya energi baru untuk mengubah paradigma lama tentang pekerja migran.

​Pihaknya tidak ingin warga Tasikmalaya yang bekerja di luar negeri hanya sekadar dipandang sebagai tenaga kerja migran biasa. Lebih dari itu, mereka dipersiapkan untuk menjadi representasi resmi negara di kancah global.

​Peran Ganda: Pekerja migran didorong untuk bertindak sebagai “duta bangsa”.

​Cakupan Kontribusi: Mereka diharapkan mampu menjadi wakil Indonesia di bidang ekonomi, pariwisata, hingga kebudayaan.

BACA JUGA: Tasikmalaya International Job Fair 2026 Hadirkan Peluang Kerja Global, KADIN Dorong Penguatan Kolaborasi Dunia Usaha

​Kolaborasi Lintas Sektor Demi Target Penurunan Pengangguran

​Menghadapi tantangan ketenagakerjaan ke depan, Deni menyatakan rasa optimisnya yang tinggi. Keberhasilan program ini dinilai tidak lepas dari kuatnya kolaborasi lintas sektor yang terjalin dengan pemerintah pusat, kementerian terkait, unsur ekonomi kreatif (ekraf), hingga staf khusus presiden.

​Melalui langkah-langkah progresif dan berkelanjutan ini, Disnaker Kota Tasikmalaya optimistis dapat terus konsisten menekan angka pengangguran terbuka dari tahun ke tahun demi mencetak SDM lokal yang berdaya saing global. (Hasbi)