​Aspirasi Jadi Hub PMI Priangan Timur, Pemkot Tasikmalaya dan KemenP2MI Gelar Job Fair Internasional Hybrid Pertama

Komentar
X
Bagikan

KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui kolaborasi pentahelix bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) dan Kantor Staf Presiden (KSP), Kota Tasikmalaya menggelar Job Fair Internasional berkonsep hybrid pertama di Indonesia.

​Langkah strategis ini ditujukan untuk memfasilitasi penempatan tenaga kerja secara aman, terampil, dan tepat sasaran (link and match), serta memposisikan Kota Tasikmalaya sebagai pusat pelatihan dan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk wilayah Priangan Timur hingga Jawa Barat.

​Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menyatakan bahwa potensi sumber daya manusia di wilayahnya sangat besar. Dari total populasi sekitar 783 ribu jiwa, sebanyak 60 persen atau sekitar 400 ribu jiwa merupakan usia produktif.

​”Penyelenggaraan pelatihan kerja dan solusi penempatan tenaga kerja di Kota Tasikmalaya ini terbuka sangat lebar. Kita ingin Kota Tasikmalaya bukan cuma sekadar menyerap tenaga kerja lokal, tapi jadi episentrum hub pengiriman PMI untuk skala Priangan Timur dan Jawa Barat,” ujar Viman.

​Ia menambahkan, ajang job fair ini diikuti oleh lebih dari 5.000 peserta, di mana komposisinya berimbang antara warga Kota Tasikmalaya dan pendaftar dari luar daerah, mayoritas kawasan Priangan Timur. Untuk memaksimalkan penyerapan, Pemkot Tasikmalaya mendorong peran Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta agar tidak hanya bergantung pada Balai Latihan Kerja (BLK) pemerintah maupun anggaran APBD/APBN.

BACA JUGA: Tasikmalaya International Job Fair 2026, Langkah Awal Cetak Pekerja Migran Jadi “Duta Bangsa”

​Terkait kesiapan kualifikasi calon pekerja, Viman menekankan pentingnya intervensi pelatihan untuk mengubah status pendaftar dari unskilled menjadi skilled. Hal ini selaras dengan program kementerian seperti SMK Go Global yang membutuhkan hingga 500 ribu tenaga kerja terampil.

​”PR kita bukan hanya menyalurkan yang sudah ahli, tetapi bagaimana mencetak keahlian tersebut dari unskilled menjadi skilled, sehingga spesifik menjawab kebutuhan perusahaan di luar negeri. Lewat intervensi berkelanjutan ini, kita optimistis target penurunan TPT dapat tercapai secara konsisten,” tambahnya.

​Sementara itu, Staf Khusus Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Bintang Wahyu, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan perlindungan pekerja migran di seluruh tahapan—mulai dari pra-penempatan, masa kerja, hingga purna-penempatan.

​”Ini adalah bentuk kehadiran negara. Presiden memberikan arahan jelas untuk melakukan optimalisasi perlindungan sebelum, saat, dan setelah menjadi pekerja migran. Pekerja migran adalah pahlawan bagi keluarganya dan penghasil devisa yang besar,” tegas Bintang.

BACA JUGA: Tasikmalaya International Job Fair 2026 Hadirkan Peluang Kerja Global, KADIN Dorong Penguatan Kolaborasi Dunia Usaha

​Guna menindaklanjuti gelaran job fair hybrid ini, KemenP2MI bersama Pemkot Tasikmalaya dan KSP akan menggelar rapat teknis lanjutan untuk merancang program-program strategis tahun depan, termasuk memasifkan program SMK Go Global serta menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh PMI di luar negeri. (Hasbi)