KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabila Karbala, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi pendaftaran berbasis digital yang diterapkan dalam ajang Tasikmalaya International Job Fair 2026 di Plaza Asia, Jumat sore (30/10). Menurutnya, langkah ini menjadi terobosan luar biasa untuk memantau progres penyerapan tenaga kerja secara transparan dan real-time.
”Hal yang luar biasa di sini kan sebetulnya ini pendaftarannya online dan itu bisa ditrack secara real-time. Ini artinya ada inisiatif dari pemerintah kota tentunya dengan dinas, bagaimana caranya supaya pendaftar bisa didigitalisasi jadi lebih mudah semua untuk notreck progress-nya,” ujar Tiar Nabila Karbala saat ditemui di lokasi kegiatan.
Tiar menilai, inovasi tersebut merupakan langkah awal yang sangat baik dan wajib dikawal bersama. Berdasarkan data pemantauan real-time di lokasi, angka pencari kerja tercatat terus mengalami peningkatan signifikan hingga menyentuh angka 5.800 orang, dengan pembagian seimbang antara pendaftar dari dalam maupun luar Kota Tasikmalaya.
Prioritas Pengiriman Tenaga Kerja Berkualitas ke Luar Negeri
Menanggapi tantangan pengentasan pengangguran di tingkat daerah, Tiar mengungkapkan bahwa pemerintah pusat memiliki program prioritas nyata melalui pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Tidak sekadar memberangkatkan, program ini juga berfokus pada peningkatan keahlian dan transfer ilmu pengetahuan bagi para pekerja.
Ia mencontohkan salah satu program khusus dan spesial yang digalakkan pemerintah, yakni SMK Go Global. Melalui program ini, Presiden ingin mempersiapkan putra-putri terbaik bangsa untuk bersaing di kancah internasional.
”Tentu Bapak Presiden ingin mempersiapkan putra-putri terbaik bangsa Indonesia dan dikirim ke luar negeri. Melalui tangan dari kementerian P2MI, ini kan menitikberatkan juga dalam fokusnya lebih kepada perlindungan pekerja migran, dan itu menjadi hal yang penting,” imbuhnya.
Kolaborasi Pusat dan Daerah untuk Perluasan Lapangan Kerja
Tiar memandang perhelatan job fair internasional ini sebagai bentuk konkret kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi ini membuktikan komitmen bersama untuk membangun Indonesia, mulai dari membekali dan mengirimkan talenta-talenta terbaik bangsa hingga memastikan perlindungan hukum yang optimal bagi mereka di luar negeri.
Kendati demikian, pemerintah tetap memperhatikan keseimbangan antara pengiriman tenaga kerja ke luar negeri dengan ketersediaan lapangan kerja di dalam negeri. Tiar menegaskan bahwa derasnya arus investasi asing (foreign direct investment) yang masuk ke Indonesia saat ini juga turut membuka banyak lapangan pekerjaan baru secara masif.
BACA JUGA: Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai, Polres Tasikmalaya Tekankan Keselamatan Berlalu Lintas
”Kita harus melihat juga secara holistik dan secara lebih besar bahwa kita ini sedang menciptakan lapangan pekerjaan juga di dalam negeri, dan tentu diakselerasi dengan pengiriman tenaga kerja juga ke luar negeri,” pungkasnya. (Hasbi)
