Dorong Digitalisasi Budaya di Tasikmalaya, Ferdiansyah Tantang Kreativitas Anak Muda

Komentar
X
Bagikan

KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, SE., MM., menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mendongkrak sektor pariwisata dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi digitalisasi budaya. Menurutnya, masyarakat saat ini sebenarnya sudah masuk dalam era berbudaya digital, namun langkah tersebut perlu ditingkatkan menjadi digitalisasi budaya untuk kepentingan pelestarian, pelindungan, hingga promosi.

​”Kita sebenarnya sudah berbudaya digital, cuma masalahnya bukan budaya digital yang diharapkan, yaitu mendigitalisasi budaya,” ujar Ferdiansyah dalam keterangannya.

​Ia menjelaskan, gagasan dan potensi budaya lokal, baik di Tasikmalaya maupun daerah lainnya, dapat dikemas secara kreatif ke dalam berbagai bentuk hilirisasi digital, seperti film, lagu, hingga animasi. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan warisan budaya, tetapi juga berfungsi sebagai ajang promosi pariwisata yang efektif.

​Kunci Sukses: Kuatkan Narasi Kuliner dan Sentra Kreatif Lokal

​Lebih lanjut, Ferdiansyah menyoroti pentingnya penguatan narasi atau storytelling terhadap daerah tujuan wisata, yang tidak selalu harus berfokus pada keindahan alam, melainkan juga sektor kuliner dan sentra kerajinan rakyat.

​Ia mencontohkan potensi kuliner khas seperti baso aci khas Tasikmalaya yang bisa dinarasikan secara menarik mengenai keunggulan kualitas daging dan olahannya. Begitu pula dengan produk kriya lokal seperti sentra batik, kelom geulis di kawasan Indihiang, sentra sandal, hingga pusat bordir.

BACA JUGA: POR Radiografer Meriahkan HUT ke-70 PARI, Perkuat Silaturahmi dan Profesionalisme Tenaga Kesehatan

​”Sehingga orang masuk ke Tasikmalaya itu tidak datang, beli, lalu pulang. Tapi datang, mendapatkan eksperimen, mendapatkan pengalaman, makan, besok baru pulang,” tegasnya.

​Dengan pola kunjungan yang membuat wisatawan tinggal lebih lama, diharapkan terjadi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih besar bagi Kota Tasikmalaya.

​Andalkan Potensi Besar Generasi Muda

​Dalam menggerakkan strategi ini, Ferdiansyah menilai anak muda adalah motor penggerak utama yang paling berpotensi. Dengan jumlah populasi usia muda yang masif di Jawa Barat, bahkan jika dispesifikan ke tingkat kabupaten/kota, potensi pasar dan kreator konten digital sangat terbuka lebar.

​Pihaknya mengajak anak-anak muda setempat untuk diberikan inspirasi agar aktif memproduksi konten kreatif dan menyebarluaskannya melalui ruang digital.

BACA JUGA: Ferdiansyah Dorong Inventarisasi Bangunan Bersejarah di Tasikmalaya, Perumahan Sejak 1957 Berpotensi Jadi Cagar Budaya

​”Tinggal produk Tasikmalaya apa yang mau dijual? Produk makanannya kah, produk cara pembuatannya kah, atau daerah destinasinya kah? Anak mudalah segmen yang paling tepat untuk mewujudkan itu,” pungkasnya. (Hasbi)