KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional 2026, Komite Budaya Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya bakal menggelar ajang seni budaya bertajuk Pasamoan Karya Fest. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 November 2026, dipusatkan di area Gedung Creative Center (GCC), Dadaha, Kota Tasikmalaya.
Peringatan tahun ini dipastikan berlangsung semarak dengan pelibatan puluhan seniman. Sebanyak 14 dalang disiapkan untuk menyuguhkan pertunjukan terbaiknya. Tak hanya itu, acara ini juga menjadi wadah gempungan (silaturahmi dan kumpul bersama) para dalang dan wiyaga se-Tasikmalaya Raya, yang rencananya dihadiri oleh dalang kondang Opick Sunandar Sunarya.
Selain seni padalangan, panggung Pasamoan Karya Fest turut dimeriahkan oleh beragam seni tradisional Sunda lainnya. Di antaranya pertunjukan Rampak Angklung dari Lingkung Seni Ruas Katresna, alunan Kawih Sunda oleh Lingkung Seni Kembang Arunika, atraksi Pencak Silat Gadjah Putih Ciawi, serta sajian Tari Tradisional Sunda yang dibawakan oleh Keila Adzani Ayuri, Tjepi Sultoni, dan Ambu Midang.
Ketua Komite Budaya Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya, Cevi Whiesa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja utama Gentra Loka Volume 11. Ini menjadi tahun kedua Tasikmalaya memprakarsai peringatan momentum bersejarah tersebut.
”Untuk wilayah Priangan Timur, Tasikmalaya merupakan kota pertama yang mengadakan Peringatan Hari Wayang dan tahun ini untuk kedua kalinya. Kita patut bersyukur, seni padalangan di kota ini tampaknya tetap hidup dan berkembang,” ujar Cevi.
BACA JUGA: Job Fair 2026 di Kota Tasikmalaya Sudah Diserbu Ribuan Pelamar, 7.222 Lowongan Kerja Tersedia
Cevi menekankan pentingnya kolaborasi antarseniman tradisional dalam menjaga keberlanjutan seni pewayangan di daerah.
”Pasamoan Karya Fest ini sepenuhnya hasil kolaborasi teman-teman seniman tradisi, khususnya padalangan. Pewayangan di Tasikmalaya ini memiliki rekam sejarah yang panjang, maka senantiasa kami yang tengah berkiprah hari ini, terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan eksistensi wayang golek,” tambahnya.
Sejarah Hari Wayang Nasional
Peringatan Hari Wayang Nasional setiap tanggal 7 November memiliki nilai historis yang mendalam. Pada 7 November 2003, badan dunia UNESCO menetapkan wayang sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity.
Selanjutnya pada 4 November 2008, UNESCO memasukkan wayang ke dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity dengan tajuk The Wayang Puppet Theatre. Pemerintah Indonesia kemudian meresmikannya secara sah sebagai Hari Wayang Nasional lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30 Tahun 2018 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.
Rangkaian Acara
Rangkaian acara Pasamoan Karya Fest akan diawali dengan agenda gempungan dalang dan wiyaga, dilanjutkan dengan pertunjukan spesial Rampak 8 Dalang Cilik, serta ditutup dengan penampilan pemungkas Rampak 6 Dalang Anom.
Seluruh rangkaian acara di Gedung Creative Center (GCC) Dadaha ini digelar secara gratis dan terbuka untuk umum. Masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya diundang untuk hadir menyaksikan dan mengapresiasi kekayaan budaya lokal ini. (Hasbi)
