TASIKMALAYA — Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter generasi muda melalui keteladanan, semangat menuntut ilmu, penghormatan kepada guru dan orang tua, serta upaya meraih keberkahan dalam kehidupan. Hal tersebut disampaikan Edi Bukhori, Kepala Madrasah MTs. Riyadlurrohmah Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, dalam sambutannya pada peringatan Hari Santri Nasional.
Mengusung semangat “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas”, Edi menegaskan bahwa Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan seremonial atau identik dengan penggunaan sarung, peci, dan busana muslim. Lebih dari itu, Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Menurutnya, semangat perjuangan tersebut harus dilanjutkan oleh generasi santri melalui pendidikan, penguatan akhlak, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Santri adalah generasi yang tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, serta kepedulian terhadap sesama dan bangsa,” demikian pesan Edi Bukhori dalam sambutannya.
Ia menyampaikan empat nilai utama yang perlu ditanamkan dalam kehidupan peserta didik, yakni keteladanan dalam perkataan dan perbuatan, semangat belajar tanpa henti, penghormatan kepada guru dan orang tua, serta upaya meraih keberkahan melalui ilmu, adab, doa, dan pengabdian.
Akhlak dan Keteladanan Menjadi Fondasi Santri
Edi menjelaskan, keteladanan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti berkata jujur, disiplin, bertanggung jawab, menjaga kebersihan, menolong teman, dan berbicara santun kepada siapa pun.
Menurutnya, peserta didik tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga harus mampu menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai kebaikan.
“Jangan hanya menjadi peserta didik yang pandai menjawab soal, tetapi jadilah pribadi yang mampu memberikan jawaban melalui perilaku yang baik,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam sambutannya.
Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat menjadi bagian dari budaya madrasah sehingga peserta didik tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan integritas.
Santri Harus Adaptif terhadap Perkembangan Zaman
Selain penguatan akhlak, Edi juga mendorong para santri untuk terus meningkatkan semangat belajar dan memperluas wawasan. Menurutnya, masa depan tidak dapat diraih hanya dengan cita-cita, melainkan membutuhkan usaha, doa, kedisiplinan, dan kesungguhan.
Santri masa kini, lanjutnya, harus mampu menguasai ilmu agama sekaligus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, mereka dapat menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas, nilai keislaman, dan karakter sebagai generasi madrasah.
Ia juga mengingatkan peserta didik agar tidak takut melakukan kesalahan dalam proses belajar, tidak malu bertanya ketika belum memahami pelajaran, serta tidak cepat merasa puas dengan ilmu yang telah dimiliki.
Hormati Guru dan Orang Tua untuk Meraih Ilmu yang Berkah
Dalam sambutannya, Edi menekankan bahwa adab memiliki kedudukan penting dalam tradisi keilmuan Islam. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya bertujuan memperoleh nilai tinggi atau ijazah, tetapi juga membentuk manusia yang berakhlak mulia.
Ia mengajak para peserta didik untuk menghormati guru yang telah membimbing mereka, mendengarkan nasihat, memperhatikan pelajaran, serta menjaga kesantunan dalam berkomunikasi. Hal yang sama juga berlaku dalam hubungan dengan orang tua yang telah merawat, mendoakan, dan berjuang demi masa depan anak-anaknya.
“Jadikan guru sebagai pembimbing, orang tua sebagai sumber doa, dan akhlak sebagai pakaian dalam kehidupan sehari-hari,” demikian pesan yang disampaikan kepada para peserta didik.
Edi juga mengingatkan bahwa keberhasilan sejati tidak semata-mata diukur dari nilai akademik, jabatan, atau kekayaan. Keberhasilan yang hakiki adalah ketika ilmu yang dimiliki memberikan manfaat, kehadiran seseorang membawa kebaikan, dan setiap langkah dijalankan sesuai dengan nilai-nilai yang diridai Allah Swt.
Madrasah Berkomitmen Membangun Generasi Unggul dan Berkarakter
Pada kesempatan tersebut, Edi Bukhori mengajak seluruh keluarga besar MTs. Riyadlurrohmah Sukaraja untuk menjadikan peringatan Hari Santri Nasional sebagai penguat komitmen dalam membangun madrasah yang unggul dalam prestasi, kokoh dalam iman, luhur dalam akhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengajak para guru dan tenaga kependidikan untuk terus memberikan keteladanan, mendidik dengan ketulusan, serta membimbing peserta didik dengan penuh kesabaran.
Menurutnya, pendidikan bukan sekadar proses menyampaikan pengetahuan, melainkan juga upaya menanamkan nilai-nilai kehidupan dan membentuk karakter generasi masa depan.
Kepada para peserta didik, ia berpesan agar senantiasa menjaga nama baik madrasah melalui prestasi, kejujuran, kesantunan, dan kepedulian sosial. Para santri juga diharapkan mampu menjaga persatuan serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
Menutup sambutannya, Edi mengajak seluruh peserta didik untuk membuktikan bahwa semangat santri tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari dan diwujudkan melalui karya nyata.
“Meneladani ulama, bersemangat dalam belajar, memuliakan guru dan orang tua, menjaga akhlak sepanjang masa, serta meraih ilmu yang bermanfaat dan keberkahan hidup,” menjadi pesan penutup dalam sambutan Kepala MTs. Riyadlurrohmah Sukaraja tersebut.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional, diharapkan lahir generasi santri yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas.
