.

Ferdiansyah Ajak Sekolah Kelola Sampah Menjadi Sumber Pendapatan dan Pendidikan Lingkungan

Komentar
X
Bagikan

TASIKMALAYA – Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, mendorong satuan pendidikan untuk memandang sampah tidak hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai peluang ekonomi yang dapat mendukung berbagai program sekolah.

Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis sekolah dapat menjadi langkah strategis dalam membangun karakter peserta didik sekaligus menciptakan sumber pendanaan alternatif yang berkelanjutan. Melalui sistem pemilahan, daur ulang, hingga pengembangan bank sampah, sekolah dapat memperoleh nilai ekonomi dari sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai

Ferdiansyah menilai, pendidikan lingkungan harus menjadi bagian dari budaya sekolah. Selain menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan belajar yang sehat, keterlibatan siswa dalam pengelolaan sampah juga dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya ekonomi sirkular dan keberlanjutan.

Ia menjelaskan bahwa berbagai daerah telah membuktikan pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan mampu memberikan manfaat ekonomi. Melalui bank sampah dan program pengumpulan sampah terpilah, hasil yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sekolah, pengembangan fasilitas, maupun program sosial bagi peserta didik.

“Sekolah perlu didorong menjadi pusat edukasi lingkungan sekaligus laboratorium kewirausahaan. Sampah yang dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pembelajaran dan menghasilkan nilai tambah bagi sekolah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ferdiansyah menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, program pengelolaan sampah di sekolah tidak hanya mampu mengurangi beban lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kemandirian sekolah.

Gagasan tersebut sejalan dengan semakin berkembangnya berbagai inovasi pengelolaan sampah di Indonesia yang mengubah limbah menjadi sumber nilai ekonomi, mulai dari bank sampah, program tabungan berbasis sampah, hingga pemanfaatan teknologi dalam pengolahan dan daur ulang sampah.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pelopor perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara produktif dan berkelanjutan.

 

Baca Juga