.

OJK dan Pemkab Sumedang Perkuat Program KEJAR Lewat Surat Edaran Bupati

Komentar
X
Bagikan

OJK dan Pemkab Sumedang Perkuat Program KEJAR Lewat Surat Edaran Bupati

SUMEDANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat komitmen dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Penguatan tersebut ditandai dengan diterbitkannya Surat Edaran Bupati Sumedang Nomor 41 Tahun 2026 tentang Program KEJAR.

Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas kepemilikan rekening tabungan bagi peserta didik mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) dan sederajat.

Selain melibatkan industri perbankan, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga menggandeng Lembaga Keuangan Mikro (LKM) guna memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Implementasi program dilakukan melalui koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dengan pendampingan langsung ke satuan pendidikan.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pembagian wilayah pendampingan sekolah sehingga proses pembukaan rekening, koordinasi, pemantauan, hingga evaluasi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan keberhasilan Program KEJAR tidak hanya bergantung pada jumlah rekening yang berhasil dibuka, tetapi juga ditentukan oleh sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Surat Edaran Bupati, pelibatan TPAKD, pembagian wilayah pendampingan sekolah, hingga keterlibatan lembaga keuangan formal menjadi praktik baik yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat inklusi keuangan generasi muda,” ujar Nofa.

Menurutnya, Program KEJAR merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun budaya menabung sejak dini sekaligus memperluas akses layanan keuangan formal bagi pelajar.

OJK berharap model kolaborasi yang diterapkan di Kabupaten Sumedang dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lainnya sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki akses terhadap layanan keuangan dan memahami pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia sekolah.

 

Baca Juga