Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, meninjau langsung proses pekerjaan tersebut pada awal pekan. Ia mengatakan kawasan Kalangsari telah mengalami persoalan banjir selama kurang lebih 15 tahun akibat kapasitas drainase yang tidak lagi mampu menampung debit air.
“Melalui rekayasa drainase ini kami berharap persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat bisa diselesaikan secara bertahap,” ujarnya.
Menurut Viman, pembangunan drainase di jalan nasional tersebut menjadi langkah awal penyelesaian masalah. Pemerintah Kota Tasikmalaya selanjutnya akan melanjutkan pembenahan saluran air yang mengarah ke Sungai Ciloseh, yang merupakan kewenangan pemerintah daerah.
Salah satu rencana yang akan dilakukan adalah mengganti pipa saluran yang selama ini dinilai terlalu kecil dengan pipa berdiameter lebih besar sehingga kapasitas aliran air meningkat ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Tak hanya persoalan infrastruktur, Viman juga menyoroti kondisi saluran yang dipenuhi sampah saat melakukan peninjauan lapangan. Tumpukan sampah dinilai menjadi salah satu faktor yang memperlambat aliran air dan memperparah genangan.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah di tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga Dinas Lingkungan Hidup untuk menghidupkan kembali budaya menjaga kebersihan saluran air.
“Kalau drainase sudah dibangun tetapi salurannya tersumbat sampah, persoalan banjir tentu akan tetap muncul. Karena itu penyelesaiannya harus dilakukan bersama,” katanya.
Pemkot Tasikmalaya juga tengah menyiapkan pola penanganan kebersihan yang lebih terintegrasi dengan melibatkan pemerintah wilayah agar pengelolaan sampah tidak hanya bertumpu pada Dinas Lingkungan Hidup.
Pembenahan drainase ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan sekaligus mengurangi titik-titik rawan banjir yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya di jalur utama Jalan Moh. Hatta.










