SUMEDANG – Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Kabupaten Sumedang menunjukkan hasil positif. Hingga Semester I Tahun 2026, program tersebut berhasil mencatat 4.761 rekening tabungan baru bagi pelajar dengan total nominal tabungan mencapai Rp2,46 miliar.
Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya akses pelajar terhadap layanan keuangan formal sekaligus tumbuhnya budaya menabung sejak usia dini melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Sumedang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), serta industri jasa keuangan.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mengatakan Program KEJAR merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang mandiri secara finansial.
“Menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan. Karena itu kami berkomitmen menghadirkan kebijakan yang menjangkau seluruh peserta didik sejak PAUD hingga SMA/SMK agar budaya menabung menjadi gerakan bersama,” ujar Dony.
Sementara itu, Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kuatnya koordinasi antara pemerintah daerah, TPAKD, lembaga keuangan, dan satuan pendidikan.
Menurutnya, Program KEJAR bukan hanya meningkatkan jumlah rekening pelajar, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar generasi muda memahami pentingnya mengelola keuangan secara bijak sejak dini.
Ke depan, OJK bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang akan terus memperluas edukasi keuangan, meningkatkan akses terhadap layanan keuangan formal, serta memperkuat implementasi Program KEJAR agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh peserta didik.
Melalui langkah tersebut, diharapkan semakin banyak pelajar yang memiliki kebiasaan menabung, memahami pengelolaan keuangan, dan siap menjadi generasi yang cakap finansial dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.










