Potensi Aren Cigalontang Capai 300-an Ton, Pemerintah Dorong Hilirisasi hingga Bioetanol
Pemerintah dorong hilirisasi aren Cigalontang hingga pengembangan bioetanol. (foto:istimewa)

Potensi Aren Cigalontang Capai 300-an Ton, Pemerintah Dorong Hilirisasi hingga Bioetanol

1 Komentar
X
Bagikan

TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, memiliki potensi tanaman aren yang cukup besar. Pemerintah Kecamatan Cigalontang kini mendorong pengembangan aren melalui konsep swasembada ekosistem.

Camat Cigalontang Roni Imroni mengatakan masyarakat sudah lama mengembangkan aren sebagai salah satu sumber ekonomi. Karena itu, pemerintah ingin memperkuat komoditas yang sudah tumbuh di tengah masyarakat tersebut.

“Di Cigalontang itu memiliki sekitar 166,73 hektar tanaman aren dengan produksi sekitar 392,59 ton. Sehingga aren bukan komoditas yang baru dibangun, tapi sudah menjadi potensi ekonomi masyarakat,” ujar Roni.

Menurut Roni, pemerintah tidak hanya fokus pada produksi gula aren dan kolang-kaling. Pemerintah juga ingin mengembangkan seluruh rantai ekonomi aren.

Rantai tersebut mencakup budidaya, penyadapan nira, pengolahan, pemasaran hingga pemanfaatan limbah.

“Bukan sekedar untuk swasembada pangan. Salah satunya di sini kan ada gula aren, tetapi swasembada di Cigalontang ini sudah ke swasembada ekosistem aren. Mulai dari budidaya, penyadapan nira, pengolahan, termasuk pemasaran sampai pemanfaatan limbahnya,” katanya.

Baca Juga : Gebrakan Baru Ekonomi Daerah, Tasikmalaya Great Sale 2026 Resmi Dimulai!

Roni menilai aren dapat menjadi salah satu komoditas unggulan Cigalontang. Pengembangan komoditas itu juga berpeluang meningkatkan pendapatan petani, membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi desa.

Selain gula aren dan kolang-kaling, Roni menyebut sejumlah produk lain dapat berasal dari tanaman aren. Produk tersebut antara lain nira segar, minuman khas lokal dan cuka aren.

Pemerintah tetap ingin memperkuat petani yang selama ini mengandalkan produksi gula aren dan kolang-kaling.

Pada saat yang sama, pemerintah melihat peluang pemanfaatan aren sebagai bahan baku bioetanol untuk mendukung swasembada energi.

“Di samping yang sudah ada memproduksi gula ataupun kolang-kaling, kami pun sesuai dengan rencana, kami akan ikut andil mungkin di negara ini untuk swasembada energi, yaitu dijadikan bioetanol,” ujar Roni.

Roni menjelaskan bioetanol dapat menjadi salah satu bahan campuran bahan bakar. Namun, pemerintah masih membutuhkan kajian teknis sebelum mengambil keputusan.

“Tidak serta-merta kita pemerintah daerah, termasuk mungkin para ahli, akan membuat salah satu pabrik tiba-tiba tanpa hasil analisa dan kajian yang sangat dalam. Karena mungkin harus dihitung secara profesional juga,” katanya.

Roni mengatakan seluruh 16 desa di Kecamatan Cigalontang memiliki tanaman aren. Namun, jumlah tanaman dan tingkat produksinya berbeda pada setiap desa.

Pemerintah kecamatan kini meminta pemerintah desa mengumpulkan data dari tingkat RT dan RW. Data tersebut mencakup jumlah pohon, luas area, produktivitas, jumlah petani, jumlah penyadap serta kapasitas produksi.

“Sekarang kami lagi mendata, data real-nya itu kami akan mendapatkan langsung dari RT, RW melalui desa masing-masing. Karena tanggal 26 Oktober ini kami harus menyampaikan data itu untuk bahan analisa dengan pemerintah daerah,” kata Roni.

Baca Juga : Pemkot Bandung Usut Dugaan Keracunan di Restoran 88 Seoul, Temukan Alur Dapur Riskan Kontaminasi

Data tersebut akan membantu pemerintah menilai potensi aren di setiap wilayah. Pemerintah juga akan menggunakan data itu sebagai bahan kajian peluang pengembangan bioetanol.

Roni menegaskan pemerintah belum menentukan lokasi pembangunan pabrik bioetanol. Pemerintah masih menunggu hasil pendataan dan kajian mengenai potensi serta kualitas aren.

Roni mengatakan pengembangan aren membutuhkan petani dan kelembagaan yang kuat. Pemerintah ingin memperkuat kelompok tani, Kelompok Tani Hutan (KTH), kelompok penyadap serta koperasi.

Pemerintah juga akan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di sektor aren. Materinya mencakup pembibitan, budidaya, pemeliharaan hingga teknik penyadapan.

“Untuk meningkatkan produktivitas, kami juga harus mempersiapkan kapasitas SDM-nya, termasuk dari mulai pembibitan, budidaya, pemeliharaan, termasuk teknik penyadapan, agar kualitas dan kuantitas nira di samping meningkat, juga kualitasnya sangat bagus,” ujarnya.

Peningkatan kemampuan penyadap, kata Roni, penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas nira.

Pemerintah Kecamatan Cigalontang juga ingin mendorong hilirisasi agar petani memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar.

Roni menyebut gula semut, gula cair, cuka aren, minuman berbahan nira dan kolang-kaling sebagai beberapa produk yang dapat dikembangkan.

Pemerintah juga melihat peluang pengembangan produk turunan aren untuk sektor energi melalui bioetanol.

“Jangan hanya menjual bahan mentah, pemerintah mendorong produk gula semut, misalnya, gula cair, cuka aren, minuman aren, kolang-kaling yang tadi disebutkan. Termasuk olahan sampai ke swasembada energi itu bioetanolnya,” kata Roni.

Roni menyebut pembangunan industri pengolahan aren membutuhkan modal besar. Karena itu, pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan investor.

Pemerintah juga perlu menyiapkan rantai pasok, sistem pengawasan dan evaluasi agar pengembangan aren berjalan secara berkelanjutan.

Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa akan memantau produksi, harga, kesejahteraan petani, keberlanjutan tanaman serta dampak lingkungan.

Roni mengatakan pemerintah perlu membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk menyusun regulasi yang jelas.

Roni menegaskan pengembangan aren harus memberikan manfaat langsung kepada petani. Ia tidak ingin petani hanya memasok bahan baku bagi industri.

“Karena kami sebagai pelayan publik yang harus melayani seluruh masyarakat termasuk petani, yang tadi terus saya sampaikan, petani nira. Jadi petani ini jangan hanya menjadi pemasok bahan baku, tapi harus menjadi bagian dari rantai nilai dan ikut menikmati nilai tambahnya,” ujar Roni.

Menurut Roni, prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem aren di Kecamatan Cigalontang.

Pemerintah kini menunggu data dari seluruh desa sebagai bahan analisis bersama pemerintah daerah. Hasil analisis tersebut nantinya akan membantu pemerintah menentukan arah pengembangan potensi aren, termasuk peluang pengembangan bioetanol di Kabupaten Tasikmalaya.