KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Langkah nyata untuk menggenjot perekonomian daerah sekaligus memperluas jangkauan pasar para pelaku usaha di Kota Tasikmalaya resmi dimulai. Melalui kolaborasi lintas sektor, gelaran Tasikmalaya Great Sale 2026 resmi dibuka pada Rabu (7/10/2026) di Gedung Pusat Pengembangan Industri Kerajinan Kota Tasikmalaya.
Peluncuran program belanja besar-besaran ini juga dirangkaikan dengan peresmian buku profil perusahaan ekspor Kota Tasikmalaya sebagai upaya mendorong UMKM lokal bertransformasi dan menembus pasar internasional.
Berlangsung selama hampir satu bulan penuh, mulai 4 hingga 24 Oktober 2026, ajang ini melibatkan ratusan merchant. Sektor yang berpartisipasi sangat beragam, mulai dari pusat perbelanjaan, supermarket, minimarket, kafe, restoran, perhotelan, hingga penyedia jasa harian seperti usaha laundry.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengungkapkan bahwa ajang ini merupakan buah manis dari sinergi kuat antara OJK, Forum Koordinasi Industri Jasa Keuangan (Forkim Jasa Keuangan), Pemerintah Kota Tasikmalaya, serta berbagai asosiasi pengusaha dan pelaku UMKM.
”Kami berharap Tasik Great Sale tidak hanya mencakup mereka yang menjual barang konsumsi atau perdagangan saja, tetapi juga sektor jasa dan pariwisata di dalamnya,” ujar Nofa.
BACA JUGA: Pengusaha Muda Merapat! HIPMI Kota Tasikmalaya Resmi Buka Pendaftaran Ketua Umum Baru
Nofa menambahkan, bentuk penawaran promo menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan masing-masing pengusaha sesuai karakteristik dan kemampuan usahanya. Menariknya, momentum ini dirancang selaras dengan perayaan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya. Penawaran serba angka 25 pun dihadirkan, mulai dari diskon 25 persen, promo hingga 25 persen, kejutan untuk 25 pengunjung pertama, hingga skema flash sale 25.
Selain memicu perputaran uang, program ini mengusung misi jangka panjang untuk memperkuat city branding, memperluas inklusi keuangan, serta mengenalkan produk Tasikmalaya ke wilayah aglomerasi sekitar hingga luar Jawa Barat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, mengapresiasi tinggi gagasan ini namun mengingatkan pentingnya promosi yang gencar agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas. Menurutnya, promosi tidak melulu bergantung pada anggaran pemerintah, melainkan butuh kesadaran bersama dan dukungan aktif dari media.
Diky secara tegas meminta agar kegiatan semacam ini tidak sekadar menjadi seremoni penggugur kewajiban tanpa eksekusi yang jelas di lapangan.
”Harus ada tindakan nyata ke depannya. Jangan sampai ada lagi acara launching ini-itu yang sekadar ngagugurkeun tugas, tetapi tidak ada action lanjutannya,” tegas Diky.
Lewat durasi pelaksanaan yang cukup panjang, Tasikmalaya Great Sale 2026 diharapkan tidak cuma menciptakan kejutan transaksi sesaat, melainkan menjadi stimulus ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh pelaku usaha lokal. (Hasbi)
