KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Tasikmalaya tak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum untuk menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Melalui Pekan Ekonomi Kreatif, pemerintah menghadirkan pameran produk UMKM, kuliner, kerajinan khas daerah, hingga layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam satu rangkaian kegiatan.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabila Karbala, serta Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka turut menyambangi stan-stan yang menampilkan beragam produk unggulan pelaku usaha lokal dan meninjau langsung pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Pekan Ekonomi Kreatif ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, yang turut didorong oleh Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital. Kolaborasi tersebut dirancang untuk membuat program prioritas pemerintah lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan yang kreatif dan menarik.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi mengatakan, gagasan penyelenggaraan kegiatan ini berangkat dari keinginan bersama untuk menghadirkan program pemerintah dalam format yang lebih mudah diterima masyarakat.
“Ini adalah ide bersama, ide kolektif. Awalnya, kami berdiskusi bagaimana program prioritas Presiden bisa dikemas lebih kreatif, lebih menarik masyarakat, dan lebih sampai kepada masyarakat,” ujar Viman.
Dari gagasan tersebut, layanan Cek Kesehatan Gratis kemudian dipadukan dengan Pekan Ekonomi Kreatif sebagai bagian dari peringatan HUT ke-25 Kota Tasikmalaya. Perpaduan ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga promosi usaha dan penguatan potensi daerah.
BACA JUGA: PEKRAF 2026 Tasikmalaya Hadirkan 21 Subsektor Ekraf, Inovasi AI, hingga Layanan Cek Kesehatan Gratis
Antusiasme masyarakat pun terbilang tinggi. Viman mengungkapkan, jumlah warga yang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan bahkan telah melampaui target awal sebanyak 150 peserta per hari. Pencapaian tersebut sudah terlihat sejak hari sebelumnya.
Menariknya, peserta yang datang tidak hanya berasal dari Kota Tasikmalaya. Warga dari sejumlah daerah lain, seperti Garut, Ciamis, dan Pangandaran, juga turut memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan.
Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabila Karbala menilai, keterlibatan ekonomi kreatif dalam kegiatan ini menjadi strategi untuk memperluas jangkauan program pemerintah sekaligus mendorong partisipasi masyarakat.
“Peran Ekraf ini sangat penting untuk mengakselerasi supaya program bisa lebih dikenal dan partisipasinya juga bisa lebih besar,” kata Tiar.
Menurut Tiar, pendekatan serupa berpotensi dikembangkan di daerah lain. Keberhasilan pelaksanaannya, kata dia, membutuhkan keterbukaan pemerintah daerah serta kesamaan komitmen untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai warga asal Tasikmalaya, Tiar juga mengapresiasi upaya mengangkat karakter lokal dalam penyelenggaraan acara. Salah satu unsur yang mencuri perhatian adalah maskot MIU, yang menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas kreatif daerah.
Selain memperkenalkan program pemerintah, kegiatan ini turut membuka ruang promosi bagi pelaku UMKM. Kehadiran pengunjung memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar, memperkenalkan produk unggulan, sekaligus meningkatkan peluang penjualan.
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan pentingnya identitas lokal sebagai nilai tambah bagi produk UMKM. Menurutnya, karakter khas suatu daerah dapat menjadi pembeda yang membuat produk lebih mudah dikenali dan memiliki daya saing di tengah persaingan pasar.
Namun, Irene mengingatkan bahwa kegiatan seperti ini perlu diikuti dengan langkah konkret dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif harus terus diperkuat agar dampaknya tidak berhenti setelah acara selesai.
“Kita tidak mau hanya sesuatu yang seremonial, yang sekali doang lalu berhenti. Kita ingin ada sesuatu yang berkelanjutan, termasuk kolaborasi antara pusat dan daerah serta pertukaran talenta,” ujar Irene.
Ia menjelaskan, pelaku ekonomi kreatif memiliki peluang besar untuk membantu UMKM mengembangkan produk melalui penguatan identitas lokal. Pendekatan tersebut dapat membuat produk khas Tasikmalaya tampil dengan karakter yang lebih kuat dan memiliki pembeda dibandingkan produk dari daerah lain.
Irene juga mengapresiasi inisiatif komunitas ekonomi kreatif yang mampu menangkap peluang dengan cepat, terutama dalam mengintegrasikan unsur lokal ke dalam pengembangan produk UMKM.
Melalui Pekan Ekonomi Kreatif, peringatan HUT ke-25 Kota Tasikmalaya diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelayanan publik, kreativitas, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Perpaduan promosi produk lokal dengan layanan kesehatan gratis menjadi salah satu upaya untuk memastikan bahwa perayaan hari jadi kota dapat memberikan manfaat langsung sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi kreatif Tasikmalaya secara berkelanjutan. (Hasbi)
