Asosiasi Muda Institute (AMI) Tasikmalaya Siap Bergerak Nyata: Pemuda Harus Hadirkan Solusi Konkret dan Keadilan Sosial

1 Komentar
X
Bagikan

KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Asosiasi Muda Institute (AMI) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar terjebak dalam dinamika wacana dan teori semata. Komitmen tersebut mengemuka dalam rangkaian acara pelantikan dan simposium kepengurusan AMI yang digelar di Kota Tasikmalaya, Minggu (18/10/2026).

​Ketua AMI, Muhammad Jausan Kamil, menegaskan bahwa peran pemuda di era bonus demografi tidak boleh sebatas menonton perubahan dari jauh atau hanya berpuas diri dengan aksi retorika. Pemuda memegang peran penting sebagai perumus kebijakan (public policy making) sekaligus pengontrol sosial di masyarakat.

​”Gerakan AMI ini tidak lain adalah untuk pemberdayaan dan implementasi langsung terjun ke masyarakat. Hari ini, bicara organisasi di Kota Tasikmalaya saya rasa hanya sebatas teori dan aksi demonstrasi, tanpa aksi riil ke masyarakat. Kami di AMI tidak akan seperti itu; kita akan fokus pada pembinaan, pemberdayaan, serta penguatan anak muda,” tegas Jausan dalam orasinya.

​Jausan mencontohkan masih banyaknya persoalan di lapangan yang membutuhkan sentuhan anak muda, seperti persoalan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang tidak tepat sasaran hingga kesenjangan sosial warga yang belum tersentuh dengan baik.

BACA JUGA: Wamen Ekraf dan Stafsus Presiden Soroti Potensi Produk Lokal pada HUT Ke-25 Kota Tasikmalaya

​Senada dengan hal tersebut, Dewan Pembina AMI, Enan Suherlan, menggarisbawahi bahwa setiap organisasi kepemudaan harus memiliki diferensiasi dan nilai tambah (value creation). Kehadiran AMI diharapkan mampu memberikan warna baru yang betul-betul dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar.

​”Diferensiasi produknya apa? Kalau sama, ngapain ada AMI? Jangan hanya melihat yang besar, mulailah dari hal-hal kecil. Organisasi terkecil di masyarakat adalah keluarga, dan AMI adalah bagian dari keluarga itu. Harapan ke depan, aksi-aksi nyatanya tidak selalu bergantung atau berorientasi pada anggaran pemerintah, melainkan memaksimalkan seluruh potensi yang ada demi kemaslahatan umat,” ujar Enan.

​Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Budi Mahmud Saputra, memberikan apresiasi dan dukungan atas hadirnya AMI. Menurut Budi, di tengah laju digitalisasi, perubahan geografi, geopolitik, hingga geoekonomi yang kian cepat, generasi muda harus dibimbing dan dikawal agar tidak tertinggal.

​”Saya amanatkan agar pemuda menjadi sosok yang kreatif dan produktif. Di tengah pesatnya perubahan zaman, pemuda harus mampu mengadvokasi, memotivasi, serta mengisi ruang-ruang kosong untuk memberikan nilai-nilai keadilan yang wajar bagi masyarakat,” tutur Budi.

BACA JUGA: HUT Ke-25 Kota Tasikmalaya, Enan Suherlan Soroti Optimalisasi Aset dan Penguatan UMKM

​Melalui pelantikan kepengurusan ini, AMI berkomitmen untuk menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai pijakan awal dalam membina dan memberdayakan potensi pemuda agar mampu melahirkan karya-karya nyata yang berdampak luas. (Hasbi)