KAPOL.TV, KOTA TASIKMALAYA – Tiga siswa kelas 10 di salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Kota Tasikmalaya diduga menjadi korban perundungan oleh sejumlah siswa kelas 12. Peristiwa tersebut diduga terjadi di sebuah warung yang menjadi tempat berkumpul siswa di luar lingkungan sekolah.
Dugaan perundungan ini berawal dari persoalan sebuah foto yang memperlihatkan seorang siswa menggunakan pod di dalam ruang kelas. Foto tersebut kemudian diunggah ke media sosial TikTok dan diduga memicu persoalan antara siswa kelas 10 dengan sejumlah seniornya.
Para korban kemudian diduga dipanggil oleh kakak kelas mereka untuk datang ke sebuah tempat berkumpul di luar lingkungan sekolah.
Berdasarkan keterangan orang tua korban, saat berada di lokasi tersebut, anak mereka diduga mengalami intimidasi hingga kekerasan fisik. Korban mengaku mendapat perlakuan berupa pemukulan, penjambakan, dan penamparan.
Selain itu, korban juga disebut dipaksa untuk saling memukul dengan temannya.
Tidak terima dengan kejadian tersebut, orang tua korban kemudian mendatangi lokasi yang disebut menjadi tempat berkumpul para siswa senior pada Jumat (25/09) dan merekam sejumlah aktivitas para siswa yang diduga sebagai perundung anak nya. Persoalan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.
Para korban juga telah menjalani pemeriksaan visum yang hasilnya akan menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait dugaan perundungan tersebut, termasuk menelusuri kronologi kejadian serta kemungkinan adanya korban lain.
Kasus ini menjadi perhatian karena dugaan kekerasan melibatkan pelajar dan terjadi di luar lingkungan sekolah. Proses penanganan selanjutnya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
(Red)