KOTA TASIKMALAYA, KAPOL.TV — Lama tak tampil di hadapan publik dan jarang menghiasi pemberitaan, kabar mengejutkan datang dari Candra Permana. Sosok advokat yang juga dikenal setia mendampingi Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara, ini ternyata tengah serius mendalami kembali passion lamanya di industri musik.
Meski kini disibukkan dengan rutinitas hukum dan mendampingi agenda politik pimpinan daerah, jiwa seni Candra rupanya tak pernah padam. Di sela-sela kepadatan jalannya profesi pengacara, ia secara produktif terus melahirkan karya seni berupa lirik dan nada.
Tak tanggung-tanggung, puluhan karya telah lahir dari jemarinya. Berbagai tema diangkat, mulai dari dinamika asmara hingga pesan spiritual yang mendalam.
”Alhamdulillah, sampai saat ini sudah 20 lagu yang saya ciptakan, di antaranya ada Cintai Aku Apa Adanya, Sakit Hati, Bersyukur Memilikimu, Awali Bismillah, Jadian, Kau Telah Berubah, dan lainnya,” ungkap Candra, Minggu (05/10/2026).
Menariknya, karya-karya ciptaan Candra tidak sekadar menjadi koleksi pribadi. Sejumlah lagu bergenre dangdut buatannya bahkan sempat dibawakan oleh jajaran penyanyi papan atas nasional. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas musikalitas yang dimilikinya mampu menembus tajamnya persaingan industri musik tanah air.
Keterikatan Candra dengan dunia panggung memang bukan hal baru. Pengalaman bergelut di panggung hiburan beberapa tahun silam menjadi fondasi kuat yang membentuk proses kreatifnya hingga saat ini.
”Musik itu sudah jadi bagian hidup saya. Dulu di entertainment, sekarang pun masih terus berkarya. Bedanya sekarang saya lebih banyak di belakang layar menciptakan lagu. Di sela waktu sebagai pengacara dan mendampingi Pak Wakil Wali Kota, saya manfaatkan untuk menulis lirik dan nada,” jelasnya.
Bagi Candra, menulis lagu merupakan media personal untuk menguraikan perasaan sekaligus merekam jejak perjalanan hidup. Tembang bertajuk “Bersyukur Memilikimu” dan “Awali Bismillah” lahir dari kontemplasi spiritual serta refleksi rasa syukur atas perjalanan hidupnya. Sedangkan karya seperti “Sakit Hati” serta “Kau Telah Berubah” terinspirasi dari realitas dinamika percintaan masyarakat luas.
Menatap langkah ke depan, Candra menyimpan asa agar karya-karyanya dapat menjangkau pendengar yang lebih luas, sekaligus memberi warna segar bagi perkembangan musik pop religi dan dangdut di Indonesia. Ia juga membuka peluang untuk merangkum seluruh karyanya dalam sebuah album kompilasi.
Langkah Candra yang kembali meramaikan jagat musik ini mendapat apresiasi positif dari berbagai lingkaran, termasuk rekan-rekannya di pemerintahan. Kiprah multifasetnya—sebagai penegak hukum, pendamping pejabat publik, sekaligus pencipta lagu—menjadi bukti nyata bahwa tingginya mobilitas pekerjaan bukan alasan untuk berhenti mengekspresikan seni. (HASBI)
