.

Sidak RSUD Soekarjo, Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Temukan Banyak PR

Komentar
X
Bagikan

KAPOL.TV – Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD dr. Soekarjo, Rabu, 11 Desember 2024. Sejumlah catatan menjadi perhatian DPRD, baik masalah pelayanan hingga piutang yang belum terselesaikan.

Antara lain utang pasien BPJS, utang Pemerintah termasuk utang pasien perorangan yang jika diakumulasikan besarannya mencapai Rp20 Miliar lebih.

Sekretaris komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Evi Silviani mengatakan, dari hasil sidak yang dilakukan, banyak evaluasi yang harus dibenahi manajemen RSUD dr. Soekarjo.

“Banyak PR ya. Masukan kami harus mau membenahi fasilitas, harus mampu bersaing dengan rumah sakit swasta, jangan sampai kehilangan kunjungan pasien yang lebih memilih rumah sakit swasta,” kata Evi.

Untuk itu kata Evi, RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya diminta untuk bekerja lebih keras agar tetap dipercaya oleh masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan. Termasuk harus bisa bersaing dengan rumah sakit swasta yang kini telah banyak di Kota Tasikmalaya.

Apalagi lanjut Evi, dari hasil audensi dengan pihak RSUD dr Soekardjo, diketahui bahwa telah terjadi penurunan kunjungan pasien yang salah satunya sebagai dampak dari persaingan dengan rumah sakit swasta.

“Sehingga kondisi itu akan berdampak terhadap menurunnya pendapatan rumah sakit dan berpotensi berdampak pada penurunan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Kemudian juga lanjut Evi, pihak rumah sakit perlu lebih giat lagi melakukan penagihan piutang baik itu piutang BPJS terutama untuk piutang pasien Jamkesda Kabupaten Tasikmalaya yang nilainya cukup besar mencapai Rp22 miliar lebih.

“Terhadap piutang tersebut pihak RSUD harus bekerja lebih keras karena jika diabaikan nasib kedepannya RSUD Soekardjo itu ada disitu,” terang Evi.

Disisi lain kata dia, pelayanan juga harus lebih ditingkatkan karena RSUD Soekardjo saat ini bukan satu-satunya rumah sakit di Kota Tasikmalaya tapi telah banyak rumah sakit swasta yang dari sisi pelayanan sudah sangat luar biasa.

“Walaupun sampai saat ini RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya ini masih menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Ditempat yang sama Direktur RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Budi Trimadi mengatakan, pihaknya menerima kunjungan dari Komosi IV DPRD ke RSUD dr Soekardjo terkait dengan evaluasi semester ke II tahun 2024.

Dalam kunjungannya kata Budi, komisi IV DPRD menanyakan terkait berbagai permasalahan yang ada termasuk realisasi pendapatan jasa layanan tahun 2024 yang belum tercapai.

“Ya tadi komisi IV menanyakan juga realisasi dari jasa layanan RSUD per Bulan November ini yang baru mencapai sekitar 81 persen,” kata Budi.

Hal itu lanjut Budi, dikarenakan salah satunya selama tiga bulan terakhir jumlah pasien yang datang ke RSUD cenderung menurun.

“Termasuk juga dampak dari piutang yang belum dibayarkan ke rumah sakit baik dari Pemerintah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya piutang pasien perorangan termasuk dari pemerintah pusat terkait penanganan covid yang hingga kini belum cair.” katanya.

Baca Juga