TASIKMALAYA — Upaya meningkatkan mutu pendidikan terus dilakukan melalui penguatan kapasitas guru. Salah satunya melalui kegiatan Workshop Transformasi Pembelajaran Berbasis Teknologi dengan pendekatan Deep Learning yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Komisi X DPR RI di Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini diikuti ratusan guru dan tenaga kependidikan dari berbagai sekolah di wilayah Priangan Timur.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Arif Jamil Muis, menegaskan bahwa perubahan pendidikan harus dimulai dari ruang kelas melalui peran aktif para guru. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.
“Transformasi pendidikan yang sesungguhnya terjadi saat guru mampu membangun pengalaman belajar yang membuat siswa berpikir kritis, kreatif, dan memiliki karakter yang kuat,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, H. Ferdiansyah, menjelaskan bahwa pendekatan Deep Learning bukan merupakan kurikulum baru, melainkan strategi pembelajaran yang mendorong peserta didik memahami materi secara lebih mendalam, kontekstual, dan aplikatif. Pendekatan ini menempatkan guru sebagai fasilitator yang membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Menurut Ferdiansyah, pendidikan Indonesia memerlukan perubahan paradigma pembelajaran agar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, kemampuan berkolaborasi, dan penyelesaian masalah.
“Guru harus mampu menciptakan proses belajar yang membuat siswa tidak sekadar menghafal, tetapi memahami, menganalisis, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya, Zhairy Aanshryanto, menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut. Ia menilai peningkatan kompetensi guru menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan teknologi dan perubahan karakteristik peserta didik saat ini. Melalui pelatihan berkelanjutan, guru diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Selain memperkuat kompetensi pedagogik, pendekatan Deep Learning juga diarahkan untuk membangun karakter peserta didik melalui penguatan aspek berpikir, rasa, dan tindakan. Konsep ini sejalan dengan berbagai upaya pemerintah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada masa depan.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan metode pembelajaran yang lebih efektif di sekolah masing-masing, sekaligus menularkan praktik baik kepada rekan sejawat. Dengan demikian, transformasi pendidikan tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi berlanjut menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesi










