.

Perempuan: Subjek atau Objek Politik?

Komentar
X
Bagikan

Penulis buku Femininisme Kritis, Dr. Amin Mudzakkir mengajak para calon legislator perempuan se-Kota Tasikmalaya mempertajam kapasitas individu untuk melenggang ke parlemen. Sekolah Politik Perempuan (Sekoper) yang digelar Forum Puspa, FOSP2T, dan Taman Jingga, menurut Peneliti BRIN itu menjadi langkah penting untuk melahirkan legislator perempuan yang mumpuni.

Sekolah Politik Perempuan Kota Tasikmalaya yang digagas Pengurus Daerah Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak ( Forum Puspa Daerah Kota Tasikmalaya ) yang didukung oleh Taman Jingga dan Forum Silaturahmi Perempuan Politik Tasikmalaya, merupakan terobosan positif dalam meningkatkan partisipasi perempuan di bidang politik. Kader perempuan dari berbagai partai politik bisa belajar disini. Sehingga diharapakan bisa melahirkan perempuan kapabel yang dapat mengisi berbagai posisi strategis di legislatif, eksekutif, jabatan jabatan publik dan berbagai sektor lainnya.

—- Memirsa dan Menyajikan —-

Pada dasarnya setiap orang adalah reviewer. Kemahiran literasi kini tidak melulu, membaca, menulis, dan berhitung. Selain kemampuan kelisanan mendengar dan berbicara, era baru menuntun orang untuk memirsa. Efek visual menggiring pemirsa mahir merespon tontonan. Kemudian menyajikan kembali menjadi tuntunan. #rhapsody #interlude #literacy

Facebook: @duddy.rs
Instagram: @duddy.rs
Tiktok: @duddyrs
Twitter: @duddyrs
Blog: https://duddy.web.id
Portal web: https://kapol.id
https://kapol.tv

Baca Juga