.

Ekonomi Priangan Timur Tumbuh 5,56 Persen, Lampaui Nasional

Komentar
X
Bagikan

Otoritas Jasa Keuangan melalui Kantor OJK Tasikmalaya mencatat pertumbuhan ekonomi wilayah Priangan Timur pada tahun 2025 mencapai 5,56 persen atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen dan Jawa Barat sebesar 5,32 persen. Capaian tersebut dipaparkan dalam kegiatan Media Gathering OJK Tasikmalaya yang digelar di Purwokerto, Kamis (21/5/2026).

Pertumbuhan ekonomi tersebut dinilai menjadi indikator positif terhadap ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global. Aktivitas ekonomi di berbagai daerah di Priangan Timur dinilai terus menunjukkan tren peningkatan dan mampu menopang pertumbuhan regional secara konsisten.

Kepala Kantor OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa wilayah Priangan Timur memiliki daya tahan ekonomi yang cukup kuat serta didukung pergerakan sektor usaha dan jasa keuangan yang terus berkembang.
“Pertumbuhan ekonomi Priangan Timur menunjukkan tren yang sangat baik dan mampu melampaui pertumbuhan Jawa Barat maupun nasional. Ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas dan penguatan sektor jasa keuangan di daerah,” ujar Nofa.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang positif juga mencerminkan meningkatnya aktivitas masyarakat, baik dari sisi konsumsi, investasi, maupun geliat sektor produktif di sejumlah daerah.

Berdasarkan data, Kabupaten Garut menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Priangan Timur yakni mencapai 5,95 persen. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Pangandaran sebesar 5,64 persen dan Kabupaten Sumedang sebesar 5,48 persen. Sementara Kota Tasikmalaya mencatat pertumbuhan sebesar 5,39 persen, Kabupaten Ciamis 5,37 persen, Kabupaten Tasikmalaya 5,31 persen, dan Kota Banjar sebesar 5,13 persen.

pertumbuhan ekonomi daerah yang terus meningkat turut memberikan dampak positif terhadap sektor jasa keuangan, khususnya pertumbuhan kredit perbankan dan peningkatan aktivitas pembiayaan masyarakat.
momentum pertumbuhan ekonomi ini perlu terus dijaga melalui penguatan sektor riil, peningkatan literasi keuangan, serta kolaborasi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan pelaku usaha.

“Kami berharap tren pertumbuhan ini dapat terus berlanjut dan diikuti dengan penguatan akses keuangan yang inklusif sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Nofa.

OJK Tasikmalaya juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong stabilitas sektor jasa keuangan di Priangan Timur melalui pengawasan, edukasi keuangan, dan penguatan perlindungan konsumen.

Baca Juga