Ciamis Kembangkan Bawang Merah
Ciamis Mulai Kembangkan Bawang Merah Lahan Ditargetkan Meluas hingga 50 Hektare (ist)

Ciamis Mulai Kembangkan Bawang Merah, Lahan Ditargetkan Meluas hingga 50 Hektare

Komentar
X
Bagikan

CIAMIS, KAPOL.TV — Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Muktisari, kepolisian, dan kelompok tani mulai mengembangkan budidaya bawang merah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pengembangan tersebut diawali dengan penanaman bawang merah di lahan seluas satu hektare milik KDMP Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Lahan tersebut dijadikan pilot project sebelum pengembangan dilakukan di wilayah lainnya.

Jika hasil percontohan dinilai berhasil, luas lahan penanaman bawang merah ditargetkan berkembang secara bertahap hingga mencapai 50 hektare di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA: Kalah dari Tim Tamu, Suporter PSGC Ciamis Dipuji Kapolres AKBP Eko Iskandar Berkat Aksi Tertib di Stadion Galuh

Benih yang digunakan dalam tahap awal berasal dari Brebes, Jawa Tengah, dengan varietas Bima. Pengembangan ini juga diarahkan untuk menghasilkan benih unggul yang nantinya dapat menjadi varietas khas Ciamis dengan nama Mutiara Galuh.

Kabag Dalpers Polda Jabar, AKBP Hidayatullah, mengatakan pengembangan bawang merah tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga mendorong Ciamis menjadi salah satu sentra bawang.

Menurutnya, apabila pilot project berjalan sesuai target, pengembangan lahan akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 50 hektare.

“Kita akan membuat brand Kabupaten Ciamis menjadi sentra bawang, minimal bawang goreng maupun minyak bawang. Mudah-mudahan Ciamis suatu saat nanti bisa mengekspor bawang merah ke luar negeri,” ujar Hidayatullah.

BACA JUGA: Tiga Anak Temukan Jasad Bayi Perempuan Saat Memancing di Sungai Cibodas Tasikmalaya

Kelompok tani di Muktisari juga dipersiapkan untuk memberikan edukasi dan bimbingan teknis kepada petani di wilayah lain yang akan mengembangkan komoditas serupa.

Sementara itu, Kepala Dinas KUKMP Ciamis, Dadan Wiadi, mengatakan kegiatan tersebut turut dihadiri sekitar 30 pengurus Koperasi Desa Merah Putih dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis.

Ia menyebut pilot project pengembangan bawang merah di Muktisari ditargetkan dapat direplikasi oleh 265 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh Kabupaten Ciamis.

Pemerintah daerah menargetkan produktivitas bawang merah dalam program tersebut dapat mencapai sekitar 15 ton per hektare.

Pengembangan juga tidak berhenti pada produksi bahan mentah. Ke depan, hasil panen akan diarahkan untuk masuk ke sektor pengolahan, seperti bawang goreng dan minyak bawang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari rencana hilirisasi hasil pertanian di Kabupaten Ciamis. Dengan adanya pengolahan produk, bawang merah diharapkan memiliki nilai tambah dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Selain meningkatkan produksi pertanian, pengembangan komoditas bawang merah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis. (red)