KNPI Kabupaten Tasikmalaya Soroti Karut-Marut Data Desil Bansos, Minta Evaluasi Total

Komentar
X
Bagikan

TASIKMALAYA, KAPOL.TV – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tasikmalaya menyoroti ketidaksesuaian penetapan desil masyarakat di lapangan.

​Masalah ini berdampak langsung pada ketepatan sasaran berbagai program bantuan dan perlindungan sosial dari pemerintah.

​Wakil Sekretaris Bidang Kajian Strategis KNPI Kabupaten Tasikmalaya, Mujib Rahman Wahid, menegaskan fungsi krusial data tersebut.

​Menurutnya, desil menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan indikator sosial dan ekonomi.

​”Ketepatan penetapan desil menentukan keberhakan sebuah keluarga menerima bantuan,” ujar Mujib.

​Namun, ia menemukan fakta berbeda di lapangan. Banyak warga kurang mampu justru masuk ke desil tinggi, sementara warga mampu berada di desil rendah.

​Mujib menilai kesalahan penetapan desil bukan sekadar persoalan angka administrasi.

​Warga miskin yang masuk ke desil tinggi berisiko kehilangan akses bantuan pangan, pendidikan, hingga kesehatan.

​Kondisi tersebut memicu rasa ketidakadilan di tengah masyarakat. Hal ini juga mengikis kepercayaan publik terhadap proses pendataan dan penyaluran bantuan sosial.

​”Ketika keluarga yang membutuhkan gagal menerima bantuan, sementara keluarga mampu justru menikmatinya, rasa ketidakadilan warga makin membesar,” tegasnya.

​Ia meminta pemerintah segera menangani persoalan ini agar tidak berlarut-larut.

​KNPI Kabupaten Tasikmalaya mempertanyakan dasar, indikator, serta tolak ukur konkret dalam penetapan desil tersebut.

​Meski pemerintah pusat menentukan keputusan akhir, instrumen daerah tetap menjalankan proses pendataan awal.

​Sebab itu, Mujib mendesak Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial, serta Komisi 4 DPRD Kabupaten Tasikmalaya segera menyikapi hal ini.

​”Kami meminta BPS, Dinsos, dan Komisi 4 DPRD mengevaluasi proses ini secara menyeluruh,” katanya.

​Ia menyarankan pihak terkait tidak membiarkan masalah data ini merugikan masyarakat.

​Guna mengatasi persoalan tersebut, KNPI mendorong pemerintah memperbarui dan memverifikasi data secara berkala.

​Langkah ini krusial karena kondisi ekonomi keluarga bergerak dinamis akibat PHK, perubahan pendapatan, maupun bencana alam.

​Pemerintah juga perlu menyediakan saluran pengaduan dan perbaikan data yang transparan bagi masyarakat.

​”Akurasi data, transparansi, pemutakhiran berkala, serta pengawasan ketat menjadi kunci utama,” tutur Mujib.***(Fajar Rifadi)