JAWA BARAT, KAPOL.TV – Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan insan pers menjadi fondasi krusial dalam menjamin keterbukaan informasi publik dan mendukung keberlanjutan pembangunan daerah. Lewat kolaborasi yang solid, berbagai program kerja pemerintah dapat tersampaikan secara utuh, jernih, dan terintegrasi kepada masyarakat.
Dukungan penuh disampaikan oleh lebih dari seribu wartawan yang tersebar di 22 kabupaten/kota serta empat Kelompok Kerja (Pokja) di wilayah Bandung Raya. Mereka siap menjalankan peran ganda: sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi, sekaligus sebagai pengawas independen yang mengawal efektivitas kebijakan publik.
Kemitraan ini ditargetkan untuk membuka ruang transparansi atas seluruh capaian pembangunan Pemprov Jabar. Visi utama “kota ditata, lembur diurus” diyakini akan terealisasi lebih optimal jika didukung peran aktif Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Informasi yang akurat dan tanpa penyuntingan parsial menjadi kunci utama untuk membangun optimisme publik demi tercapainya kemakmuran masyarakat Jawa Barat.
BACA JUGA: Poster Berbasis AI Beredar, Abuya KH Ade Nurzaman Sebut Ada Upaya Memecah Belah Anak Bangsa
Menjaga Khittah Pers Pejuang di Era Disrupsi Digital
Momentum pengukuhan kepengurusan PWI Jawa Barat periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Tantan Sulthon turut dihadiri Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir. Dalam arahannya, ia menegaskan nilai historis PWI yang didirikan pada 9 Februari 1946 oleh para wartawan pejuang pempertahankan kemerdekaan.
Menghadapi era industri media modern dan arus informasi digital yang pesat, PWI—yang kini menaungi lebih dari 30 ribu anggota di seluruh Indonesia—dituntut untuk tetap relevan. Kehadiran pers yang kredibel dan terverifikasi sangat mendesak untuk menyaring disinformasi serta menjadi energi positif bagi kemajuan bangsa.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut menekankan pentingnya independensi pers di tengah maraknya fenomena buzzer dan penggiringan opini politik.
”Diperlukan media yang independen dan wartawan yang objektif. Wartawan PWI harus rutin mengikuti pelatihan agar cerdas, objektif, dan sejahtera,” ujar Dedi Mulyadi. (Azis)
