JAKARTA, KAPOL.TV — Perjuangan ekstra keras ditunjukkan Tim Nasional Indonesia di babak pamungkas FIFA ASEAN Cup 2026. Berhadapan dengan Thailand dalam partai final yang sarapan tensi, skuad Garuda sukses mengunci gelar juara usai menang lewat drama adu penalti pada Senin (5/10/2026) malam.
Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti ketajaman taktik nakhoda anyar Timnas Indonesia, John Herdman, dalam meramu strategi terbaiknya di panggung Asia Tenggara.
Dominasi Penuh Babak Pertama
Sejak peluit awal dibunyikan, John Herdman langsung menerapkan pola permainan menyerang. Tridente lini depan yang diisi Ole Romeny, Mitchell Baker, dan Luke Vickery langsung diterjunkan sejak menit pertama.
Keberanian tersebut membuat Indonesia tampil dominan dengan menguasai 67 persen aliran bola serta melepaskan tiga tembakan tepat sasaran. Di sisi lain, Thailand yang berjuluk Gajah Putih dibuat kewalahan dan hanya mampu membalas dengan 33 persen penguasaan bola serta satu peluang berbahaya. Meski gelombang serangan terus dilancarkan, papan skor tetap bertahan 0-0 hingga turun minum.
Hujan Kartu dan Drama Balas Gol
Tensi pertandingan kian memanas di paruh kedua. Petaka menghampiri Thailand pada menit ke-80 setelah Nicholas Mickelsen mengoleksi kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap Ole Romeny. Keunggulan jumlah pemain langsung dimaksimalkan Indonesia tiga menit berselang. Berawal dari eksekusi bola mati Dean James pada menit ke-83, Indonesia berhasil membobol gawang lawan dan memecah kebuntuan.
Namun, keunggulan 1-0 tersebut tak bertahan lama. Pada menit ke-86, Thailand berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 memanfaatkan skema set piece. Skor imbang bertahan hingga waktu normal usai, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan 2×15 menit.
Pembuktian Elkan Baggott Hingga Eksekusi Penalti
Memasuki extra time, tensi tinggi tak berkurang. Thailand sempat membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat gol di menit ke-110. Ketika laga menyisakan lima menit, Elkan Baggott tampil sebagai penyelamat. Sundulan atau sepakannya pada menit ke-115 sukses mencetak gol balasan dan merubah skor menjadi 2-2.
Laga akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti. Pada babak penentuan ini, para penggawa Indonesia tampil lebih tenang dan dingin.
Di balik keberhasilan skuad Garuda mengangkat piala, nama Emil Audero layak berada di baris terdepan sebagai tembok terakhir sekaligus penentu kemenangan Indonesia. Kiper yang kini berkarier di sepak bola Eropa tersebut tampil sangat tenang dan fokus sepanjang 120 menit babak normal hingga extra time.
Momen puncaknya terjadi saat laga berlanjut ke drama adu penalti. Dengan pengalaman dan reflek dinginnya, Emil berhasil membaca arah bola dan melakukan penyelematan krusial saat menepis tembakan penentu dari algojo Thailand. Tangan magis Emil Mulyadi tak hanya mematahkan mental para pemain lawan, tetapi juga mengunci kemenangan 4-2 untuk memastikan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 resmi berlabuh ke tanah air. (Red)
