Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya mencatat pertumbuhan positif Industri Jasa Keuangan (IJK) hingga Desember 2024, di tengah stabilitas ekonomi nasional. Aset perbankan meningkat 2,16 persen (yoy) dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 3,02 persen (yoy). Sementara itu, kredit perbankan menurun 0,38 persen (yoy). Terutama pada kredit modal kerja yang turun 11,06 persen. Sedangkan kredit konsumsi dan investasi masing-masing naik 7,89 persen dan 2,95 persen.
Di sektor pasar modal, jumlah investor terus meningkat, dengan investor SBN tumbuh 30,35 persen (yoy). Kemudian investor saham naik 16,73 persen (yoy), dan investor reksadana bertambah 5,25 persen (yoy). Nilai kepemilikan saham melonjak 22,26 persen menjadi Rp1.144,27 miliar, sejalan dengan peningkatan transaksi saham sebesar 45,91 persen menjadi Rp1.051,16 miliar.
Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) juga mengalami pertumbuhan, dengan pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro naik 9,95 persen menjadi Rp112 miliar. Perusahaan pembiayaan mencatat kenaikan 9,20 persen menjadi Rp5.043 miliar, sementara modal ventura tumbuh 12,32 persen menjadi Rp406 miliar. OJK Tasikmalaya terus mendorong literasi keuangan melalui sosialisasi produk jasa keuangan. Serta sekolah pasar modal bekerja sama dengan perbankan serta Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat.












