24 Kecamatan di Ciamis Terdampak Kekeringan, Warga Gelar Shalat Istisqa

2 Komentar
X
Bagikan

CIAMIS, KAPOL.TV — Kemarau panjang terus berdampak pada Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Hingga Kamis (8/10/2026), kekeringan melanda 24 dari 27 kecamatan dan mulai mengganggu sektor pertanian serta pasokan air bersih warga.

Di tengah kondisi tersebut, ribuan warga bersama jajaran pemerintah daerah menggelar Shalat Istisqa di Alun-Alun Ciamis.

Ribuan warga memadati Alun-Alun Ciamis pada Kamis (8/10/2026). Masyarakat, unsur Forkopimda, hingga para pelajar mengikuti Shalat Istisqa dan doa bersama.

Pemerintah Kabupaten Ciamis menginisiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama di tengah kemarau panjang.

Warga berharap doa bersama tersebut membawa keberkahan dan hujan segera turun di wilayah Ciamis.

Kondisi kekeringan kini meluas ke 24 dari total 27 kecamatan di Kabupaten Ciamis.

Dampak kemarau tidak hanya mengganggu kebutuhan air bersih warga, tetapi juga memengaruhi sektor pertanian di sejumlah wilayah.

Bupati Ciamis Herdiyat Sunarya mengatakan masyarakat berkumpul untuk memanjatkan doa agar hujan segera turun.

“Kami berkumpul dan berdoa semoga Allah segera menurunkan hujan, karena kekeringan sudah cukup parah. Hampir seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Ciamis ini dilanda kekeringan. Semoga ada keberkahan dari ikhtiar kita memanjatkan doa ini,” kata Herdiyat.

Selain menggelar doa bersama, Pemerintah Kabupaten Ciamis terus menangani dampak kekeringan melalui bantuan air bersih.

Pemkab Ciamis melalui BPBD mengerahkan 60 armada tangki air setiap hari ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air.

Hingga kini, BPBD telah menyalurkan sekitar 1,6 juta liter air bersih kepada warga terdampak.

Bantuan tersebut membantu lebih dari 53 ribu jiwa yang mengalami krisis air bersih.

Pemkab Ciamis terus mengarahkan bantuan air ke wilayah yang membutuhkan selama kondisi kemarau masih berlangsung.***(Tim Liputan)