Site icon kapol.tv

Ratusan Guru PAUD di Tasikmalaya Dilatih Gunakan Buku Cerita Bergambar untuk Pendidikan Karakter

TASIKMALAYA – Upaya membangun karakter anak sejak usia dini terus diperkuat. Sebanyak ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi bertema “Cerita Sederhana Berdampak Luar Biasa” di Hotel Horison Tasikmalaya, Minggu (19/7/2026).

Pelatihan yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD dan PNF) tersebut mengangkat implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat melalui pemanfaatan buku cerita bergambar sebagai media pembelajaran.

Kegiatan dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Raden Diky Chandra Negara, Direktur Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal Saiful Bari, serta Anggota Komisi X DPR RI H. Ferdiansyah.

Dalam pelatihan itu, para pendidik dibekali metode menyampaikan nilai-nilai karakter melalui cerita yang dekat dengan kehidupan anak. Materi yang disampaikan mencakup pembiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, memiliki kepedulian sosial, hingga membiasakan tidur lebih awal.

Anggota Komisi X DPR RI H. Ferdiansyah mengatakan, buku cerita bergambar menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif karena mampu menyampaikan pesan moral dengan cara yang mudah dipahami anak.

“Anak usia dini lebih mudah menangkap pesan melalui cerita yang sederhana dan dekat dengan kehidupan mereka. Karena itu, guru perlu menghadirkan kisah-kisah yang mampu menjadi teladan sekaligus membangun kebiasaan positif,” katanya.

Menurut Ferdiansyah, cerita yang bersumber dari aktivitas sehari-hari akan lebih mudah dipahami dibandingkan cerita yang terlalu kompleks. Pemilihan tokoh yang memiliki sikap positif juga dinilai dapat membantu anak mengenal nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama.

Ia menambahkan, pembentukan karakter tidak cukup dilakukan melalui materi pembelajaran di kelas. Lingkungan sekolah juga harus menjadi ruang pembiasaan perilaku baik. Salah satunya dengan mengajarkan anak menjaga kerapian, disiplin menggunakan atribut sekolah, serta membangun kebiasaan positif dalam aktivitas sehari-hari.

Lebih lanjut, Ferdiansyah menekankan pentingnya sinergi antara guru dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Komunikasi yang baik dinilai akan memudahkan pemantauan perkembangan anak, baik dari sisi emosional, kemampuan motorik, maupun aspek sosial.

“Karakter anak tidak dibentuk hanya di sekolah. Peran keluarga sangat menentukan sehingga diperlukan komunikasi yang berkelanjutan antara guru dan orang tua agar proses pendidikan berjalan selaras,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru PAUD memiliki metode pembelajaran yang lebih kreatif dan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, sehingga pendidikan karakter dapat ditanamkan sejak usia dini melalui media yang sederhana namun berdampak besar.

Exit mobile version