Tasikmalaya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi meluncurkan Program Literasi Keuangan Tasikmalaya CAANG (CerdAs keuANGan) sebagai gerakan bersama untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Program ini mengusung pendekatan multiplier effect, yakni membentuk agen-agen literasi keuangan di berbagai lapisan masyarakat agar edukasi dapat menjangkau lebih banyak warga secara berkelanjutan.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan Tasikmalaya CAANG merupakan bentuk sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dunia pendidikan, pelaku jasa keuangan, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, media massa, hingga TNI dalam membangun budaya masyarakat yang semakin cerdas mengelola keuangan.
“Tasikmalaya CAANG bukan sekadar rangkaian kegiatan edukasi, tetapi merupakan gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang cerdas keuangan. Setiap peserta diharapkan menjadi agen literasi yang dapat menyebarkan edukasi kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Program tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, penyuluh agama, Babinsa, Karang Taruna, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, hingga masyarakat umum.
OJK berharap kolaborasi lintas sektor ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang legal, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal di era digital.
Ke depan, Program Tasikmalaya CAANG akan terus diperluas agar menjadi gerakan literasi keuangan yang berkelanjutan dan mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan ekonomi daerah yang inklusif.

