Site icon kapol.tv

Meski Kredit Tumbuh Positif, OJK Waspadai Tingginya NPL di Priangan Timur

Kinerja industri perbankan di wilayah Priangan Timur hingga Maret 2026 menunjukkan pertumbuhan yang positif di tengah tantangan ekonomi yang masih dinamis. Pertumbuhan tersebut tercermin dari meningkatnya aset perbankan, Dana Pihak Ketiga (DPK), serta penyaluran kredit kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan melalui Kantor OJK Tasikmalaya menyoroti tingginya rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang dinilai perlu menjadi perhatian serius industri perbankan di daerah.

Kepala Kantor OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati mengatakan secara umum kondisi perbankan di Priangan Timur masih berada dalam kondisi sehat. Namun demikian, penguatan manajemen risiko dan kualitas penyaluran kredit perlu terus dilakukan agar pertumbuhan industri tetap terjaga secara berkelanjutan.

“Kami melihat pertumbuhan aset dan kredit masih positif. Namun perbankan perlu memperhatikan kualitas kredit dan pengelolaan likuiditas agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Berdasarkan data OJK hingga Maret 2026, rasio NPL perbankan di wilayah Priangan Timur tercatat sebesar 4,73 persen. Angka tersebut menunjukkan tingkat kredit bermasalah masih berada pada level yang perlu diwaspadai, terutama di tengah kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya stabil.

Selain NPL, OJK juga menyoroti tingginya Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 156,35 persen. Tingginya rasio tersebut mengindikasikan penyaluran kredit perbankan lebih besar dibandingkan dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat.

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian agar likuiditas perbankan tetap terjaga dan tidak menimbulkan risiko terhadap stabilitas industri keuangan di daerah.

Meski demikian, dari sisi permodalan, industri perbankan di Priangan Timur masih menunjukkan kondisi yang kuat. Hal itu terlihat dari rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang berada di level 24,48 persen atau jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan regulator.

Menurut Nofa, tingginya CAR menjadi modal penting bagi perbankan untuk menjaga ketahanan industri di tengah berbagai tantangan ekonomi, sekaligus mendukung fungsi intermediasi perbankan kepada masyarakat dan dunia usaha.

OJK juga terus mendorong perbankan untuk meningkatkan kualitas penyaluran kredit produktif, memperkuat mitigasi risiko, serta memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga.

Selain itu, edukasi literasi keuangan kepada masyarakat juga terus diperkuat guna meningkatkan pemahaman terhadap pengelolaan keuangan yang sehat serta mendorong penggunaan layanan keuangan formal secara bijak dan aman.

Dengan kondisi tersebut, OJK optimistis industri perbankan di Priangan Timur tetap mampu tumbuh secara sehat, adaptif, dan berdaya tahan dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

 

Exit mobile version